Pemanfaatan Spektroskopi Fourier Transform Infrared dan Kemometrika untuk Karakterisasi dan Autentikasi Minyak Buah Alpukat terhadap Minyak Goreng Sawit
David Fernando, Prof. Dr. apt. Abdul Rohman, S. F., M. Si.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi
MBA
diperoleh dari ekstraksi buah alpukat dengan bantuan sonikasi menggunakan
pelarut n-heksan. Karakteristik MBA dari 10 lokasi berbeda dianalisis
menggunakan FTIR dengan bantuan kemometrika Principal Component Analysis
(PCA). Selain itu, karakteristik 10 jenis MBA juga dibandingkan dengan 10 jenis
MGSB dan 10 jenis MGSC menggunakan FTIR yang dibantu PCA. MBA dicampurkan
dengan MGSB dan MGSC dalam berbagai konsentrasi dan dianlisis menggunakan FTIR yang
dibantu kemometrika kalibrasi multivariat.
Sampel dengan rendemen minyak tinggi ditumbuhkan pada tanah vulkanis maupun tanah merah/laterit. Selain itu, sampel yang berasal dari daerah dengan ketinggian lebih tinggi dan varietas alpukat unggul (Alligator, Pangeran, and Kendil) cenderung lebih tahan terhadap perlakuan yang menyebabkan oksidasi. Kemometrika PCR dengan data turunan pertama dan koreksi MSC mampu memperkirakan konsentrasi MGSB dalam MBA, menghasilkan nilai RMSEC dan RMSEP terendah, masing-masing sebesar 0,56 dan 0,55, serta nilai R²-cal dan R²-val masing-masing sebesar 0,9998 dan 0,9999. Sebaliknya, kemometrika PCR dengan data turunan pertama tanpa koreksi MSC dapat memperkirakan konsentrasi MGSC dalam MBA dengan nilai RMSEC dan RMSEP terendah, masing-masing sebesar 0,60 dan 0,61, serta nilai R²-cal dan R²-val sebesar 0,9998. Analisis diskriminan berbasis PCA mampu mengelompokkan sampel MBA murni dengan MBA yang telah dipalsukan, dengan tingkat akurasi sebesar 98,18 persen untuk MGSB dan 100 persen untuk MGSC. Dengan demikian, FTIR dapat digunakan sebagai metode yang terpercaya untuk skrining pemalsuan MBA oleh MGSB dan MGSC.
The variety of avocado, cultivation
setting, growth altitude, harvest period, and soil composition are elements
that can influence the properties of avocado fruit oil (AVO). Moreover, AVO
possesses a substantial exchange rate, rendering it susceptible to
counterfeiting with less expensive oils, such as branded palm oil (BPO) and
loose palm oil (LPO). This study seeks to delineate the attributes of AVOs
gathered from ten distinct places and to quantify the prevalence of BPO and LPO
counterfeiters in AVO utilizing FTIR instruments.
AVO was extracted from avocado fruit
utilizing sonication with n-hexane as the solvent. The attributes of the AVO
from ten places were examined via FTIR in conjunction with Principal Component
Analysis (PCA). The attributes of the 10 AVOs are also compared to the 10 BPOs
and 10 LPOs utilizing PCA-assisted FTIR. The AVO was subsequently combined with
BPO and LPO in varying quantities and analyzed using FTIR with the aid of
regression chemometrics.
Samples exhibiting elevated oil yields
were associated with the soil types in which they were cultivated, including
volcanic soils and red laterite soils. Furthermore, samples from regions of
greater altitude and superior avocado cultivars (Alligator, Pangeran, and
Kendil) showed decreased susceptibility to oxidation-inducing procedures. PCR
utilizing first derivative data and MSC correction successfully estimated the
concentration of BPO in AVO, yielding the lowest RMSEC and RMSEP values of 0.56
and 0.55, respectively, along with R²-cal and R²-val values of 0.9998 and
0.9999, respectively. Conversely, PCR utilizing first-derived data without MSC
adjustment may determine the concentration of LPO in AVO, achieving the lowest
RMSEC and RMSEP values of 0.60 and 0.61, respectively, along with R²-cal and
R²-val values of 0.9998. PCA-based discriminant analysis successfully
categorized a sample of authentic AVO and counterfeit AVO, achieving a correct
classification rate of 98.18 percent for BPO and 100 percent for LPO. Thus, FTIR can be used
as a reliable method for AVO counterfeit screening by BPO and LPO.
Kata Kunci : edible oil, FTIR, characterization, authentication, chemometrics