Kajian hidrologik kondisi muatan sedimen sungai di daerah aliran sungai Cemer di atas rencana waduk Wagir Kidul Ponorogo Jawa Tengah
Bayu Haryanto, Drs. Suratman
1984 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANBelum adanya gambaran tentang besarnya muatan sedimen yang diangkut oleh aliran sungai di Daerah Aliran Sungai Cemer merupakan problem dalam pene¬litian ini mengingat daerah direncanakan pembangun¬an waduk Wagir Kidul. Lokasi dan rencana waduk ter¬sebut merupakan pertemuan dari dua anak sungai yang masing-masing mempunyai kondisi dan karakteristik yang berbeda. Penelitian ini bermaksud mengkaji kon¬disi muatan sedimen sungai yang dihasilkan oleh ke¬dua sub DAS tersebut. Kedua sub DAS tersebut masing¬masing adalah sub DAS Banaran dan sub DAS Cemer. Di samping bertujuan untuk menghitung besarnya muatan sedimen yang berasal dari kedua sub DAS tersebut,pe-nelitian ini bermaksud juga mencari faktor-faktor fisikal morfometri yang diduga berpengaruh terhadap perbedaan kondisi muatan sedimen. Metode penelitian yang digunakan dalam peneliti-an ini adalah metode sampling. Metode ini dilaksana¬kan dengan melakukan penelitian di lapangan selama tiga bulan pada lokasi yang sesuai dan dapat mewa¬kili kondisi daerah penelitian. Meskipun jangka wak¬tu penelitian di lapangan hanya selama tiga bulan, akan tetapi data yang diperoleh dianggap dapat me¬wakili untuk jangka waktu yang cukup lama. Untuk ana¬lisis data, digunakan metode analisis kuantitatif yang terdiri dari analisis laboratorium dan analisis statistik hingga diperoleh hubungan antara debit ali¬ran dengan debit muatan sedimen. Muatan dasar sungai dihitung den an menggunakan pendekatan "MEYER-PETER¬MULLER'. Dari basil penelitian didapatkan bahwa pro¬sentase muatan dasar untuk Sungai Banaran sebesar 16% dari muatan suspensi, sedangkan prosentase muatan da- sar untuk Sungai Cemer adalah sebesar 21%. Untuk meng¬hitung besarnya debit aliran rata-rata bulanan, maka digunakan pendekatan metode THORNTHWAITE-MATHER. Per¬hitungan dari persamaan "sediment rating curve" dan debit aliran rata-rata bulanan, ditapatkan bahwa be¬sarnya muatan sedimen'untuk sub DAS Cemer adalah se¬besar 279,2 ton/tahun. Jika luas sub DAS adalah 18,75 km&maka besarnya muatan sedimen tiap satuan luas untuk sub DAS Cemer sebesar 146,0 ton/tahun/km2, sedangkan basil muatan sedimen sungai untuk sub DAS Banaran sebesar 572,9 ton/tahun. Jika luas sub DAS Banaran adalah 5,0 km2, maka jumlah muatan sedimen yang dihasilkan oleh sub DAS Banaran tiap satuan luas sebesar 114,6 tonitahun/km2. Apabila didasarkan pada faktor-faktor fisikal morfometri yang diduga berpe¬ngaruh terhadap perbedaan kondisi muatan sedimen di kedua sub DAS tersebut,a.da empat faktor yang memberi¬kan pengaruh positip terhadap kondisi muatan sedimen. Faktor-faktor fisik serta morfometri tersebut adalah luas sub DAS, ketinggian rata-rata sub DAS, kondisi debit runoff bulanan rata-rata, serta faktor panjang sungai utama.
Kata Kunci : Hidrologi,daerah aliran sungai Cemer,Muatan sedimen,Waduk,Ponorogo,Jawa Timur