Pemetaan distribusi dan kepadatan penduduk daerah kotamadya Surakarta tahun 1983
Budi Sulistyono, Drs. Maruli Sinaga
1983 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHData penduduk tercatat atas dasar unit-unit adminis-tratif, sedangkan jumlah penduduk tidak selalu sejalan de-ngan batas-batas administrasi. Pernyataan tersebut menerang¬kan bahwa distribusi penduduk tidak merata pada seluruh dae¬rah yang dibatasi oleh batas-batas admimistrasi. Dalam peren¬canaan pembangunan diperlukan jumlah dan kepadatan penduduk; yang terdapat pada lokasi yang mendekati keadaan di lapangan. Hal ini tercermin pada peta distribusi dan kepadatan penduduk dasimetrik. Berdasarkan alasan tersebut di atas, maka dilakukan percobaan pembuatan peta distribusi dan kepadatan penduduk dasimetrik dan aritmetik serta evaluasinya. Tahap permulaan pada penelitian ini adalah kompilasi data. Kompilasi data meliputi kompilasi peta dan kompilasi data-data statintik. Langkah selanjutnya berupa penentuan de-tain peta dasar, desain isi peta, desain lay out dan cara penggambaran peta. Peta dasar yang dipergunakan adalah peta bentuk peng gunaan lahan tahun 1 981 Skala 1:20.000 dan peta kepadatan ru-mah tahun 1981 Skala 1:20.000. Kenampakan yang diambil ada-lah sungai, jalur jalan, jalan kereta api, kantor dan gedung sekolah, bangunan social (pasar, rumah sakit, masjid dan ge¬reja) dan lokasi industri. Selanjutnya dipergunakan untuk mengevaluasi pola-pola distribusi dan kepadatan penduduk di daerah penelitian. Untuk pemetaan distribusi penduduk dilakukan dua ka¬li percobaan. Pertama, mempergunakan ukuran diameter dot 0,7 Mm dan prosentase kegelapan 20% dari Mackay. Kedua, mem-pergunakan ukuran diameter dot 1,4 Mm dan prosentase kege-lapan 70%. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1. Pola distribusi penduduk kurang jelas pada penggunaan diameter dot 0,7 Mm dan prosentase kegelapan 20%, karena ukuran dot kurang besar atau nilai satu dot terlalu tinggi. Pola dia-tribusi penduduk terlihat jelas pada penggunaan diameter dot 1,4 Mm dan prosentase kegelapan 70%. Hal ini disebabkan oleh kenampakan dot di daerah yang terpadat penduduknya sa¬ling bersinggungan. 2. Distribusi penduduk mengikuti jalur jalan dan sungai, karena penduduk menginginkan transportasi yang lancar dan mendekati sumber air (sungai), terutama pen-duduk yang tingkat ekonominya rendah.3. Kepadatan penduduk tertinggi (435-543 jiwa/Ha) terdapat di daerah kantor dan sekolah, Kraton dan tepi sungai. Kepadatan penduduk terendah (59-<220 jiwa/Ha) terdapat di daerah pinggiran kota, karena daerah tersebut mempunyai topografi yang berbukit-bukit dan tanah yang tidak subur. Kepadatan penduduk cukup tinggi (220-<435 jiwa/Ha) terdapat di daerah sebagian besar kota Kotamadya Surakarta, karena karakteristik daerah tersebut hampir sama dengan daerah pusat kota. Tingkat ketelitian yang dicapai sekitar 95,58%. Ha¬sil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai daaar pemba¬gian wilayah maupun pemerataan kondisi fasilitas fisik kota di daerah penelitian.
-
Kata Kunci : Kepadatan penduduk,Pemetaan,Surakarta,Jawa Tengah