Laporkan Masalah

Swakelola makanan ditinjau dari efikasi diri, harapan terhadap hasil, dan dukungan sosial pada penderita diabetes melitus type-2 dewasa

FATHIYAH, Kartika Nur, Prof.Dr. Johana E. Prawitasari

2004 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri, harapan terhadap hasil, dan dukungan sosial dengan kepatuhan dalam aktivitas swakelola makanan pada penderita diabetes melitus tipe II dewasa. Subjek penelitian ini adalah 50 orang penderita diabetes melitus tipe-2 yang melakukan kontrol rutin diabetes di poliklinik penyakit dalam RSUP Dr Sardjito pada bulan November sampai Desember 2002. Kriteria subjek adalah penderita diabetes tipe-2, berusia di atas 18 tahun, lama menderita minimal 1 tahun, dan bersedia sebagai subjek penelitian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi ganda melalui program statistik SPS-2000 (Seri Program Statistik Versi 2000) edisi Sutrisno Hadi dan Yuni Pamardiningsih. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi yang sangat signifikan antara aktivitas swakelola makanan dengan efikasi diri, harapan terhadap hasil, dan dukungan sosial pada penderita diabetes melitus tipe 2 dewasa (R = 0,663 R2 = 0,463 F = 13,222 ; db = 3 : 46, dan p = 0,000) Ini berarti semakin tinggi efikasi diri, harapan terhadap hasil, dan dukungan sosial yang diterima penderita diabetes melitus dalam melakukan swakelola makanan, maka semakin tinggi (baik) pula aktivitas swakelola makanan yang dilakukan. Besarnya sumbangan total efektif efikasi diri, harapan terhadap hasil, dan dukungan sosial terhadap swakelola makanan secara bersama-sama adalah 46,303 %. Sedangkan variabel yang paling banyak memberi sumbangan efektif adalah dukungan sosial, yaitu sebesar 28,494 %. Hasil penelitian ini secara teoritis dapat meningkatkan pemahaman mengenai faktor-faktor sosial dan kognitif dalam memberikan sumbangan terhadap dampak penyakit serta memberikan tambahan pengetahuan mengenai kepatuhan terhadap aktivitas swakelola makanan yang disarankan pada penderita diabetes melitus ditinjau dari efikasi diri, harapan terhadap hasil, dan dukungan sosial. Secara praktis, dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalam penatalaksanaan penyakit diabetes melitus baik oleh penderita, petugas kesehatan, maupun orang-orang terdekat penderita. Selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat berimplikasi pada desain intervensi untuk membantu adaptasi penderita diabetes melitus terhadap gangguan atau penyakitnya.

The research aims at identifying whether there is a relationship between dietary self care with self efficacy, outcome expectancies, and social support among adults with type II diabetes mellitus. The subjects of this research were 50 adults with type II diabetes mellitus who controlled their blood glucose at Clinic of Endocrine Disease Unit of Dr. Sardjito Hospital from November until December 2002. The subjects’s criteria were : had type II diabetes mellitus minimally as long 1 year and more than 18 years of age. The research analysis used was double regression analysis with SPS-2000 (Statistic Program Series of 2000) Sutrisno Hadi and Yuni Pamardiningsih edition. The results of this research suggests that there is significant relationship between dietary self care with self efficacy, outcome expectancies, and social support among adults with type II diabetes mellitus (R=0,663 R2 F= 13,222 ; db = 3 : 46, and p = 0,000). It means if higher self efficacy, outcome expectancies, and social support, the dietary self care higher also. Effective total contributions of self efficacy, outcome expectancies, and social support to dietary self care are 46,303 % and the best contribute is social support, it is 28,494 %. Theoretically, this research can heightened social cognitive factors understanding and contribute knowledge about dietary self care adherence among adult with type II diabetes mellitus impact of self efficacy, outcome expectancies, and social support. Practically, these research outputs can be used to medician also person with diabetes mellitus and their significant others as considerations tools to care their diabetes mellitus disease.

Kata Kunci : swakelola makanan, efikasi diri, harapan terhadap hasil, dukungan sosial, dietary self care, self efficacy, outcome expectancies, and social support


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.