OPTIMASI AIR STAGING PADA PEMBAKARAN AMPAS TEBU DI GRATE FURNACE MENGGUNAKAN CATALYTIC CONVERTER
AZZAM NAUFAN FARIS ARDHANA, Prof. Dr. Ir. Harwin Saptoadi, M.SE., IPM., ASEAN Eng
2025 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Perubahan iklim dan penipisan sumber energi konvensional menjadi tantangan global yang mendesak, mendorong pengembangan energi terbarukan, termasuk biomassa. Penelitian ini berfokus pada optimasi pembakaran ampas tebu menggunakan metode air staging dan konverter katalitik untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi. Dengan pemanfaatan lahan pertanian yang luas di Indonesia, ampas tebu sebagai limbah pertanian memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh distribusi udara primer dan sekunder terhadap temperatur pembakaran, konsentrasi gas CO2 dan emisi partikulat (PM10).
Metode eksperimen dilakukan dengan variasi suplai udara bertingkat dan pengukuran emisi gas serta temperatur. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suplai udara sekunder berhubungan positif dengan temperatur dan konsentrasi CO2, mencapai titik optimal pada variasi P40S60. Penggunaan konverter katalitik terbukti efektif dalam mengurangi emisi PM10 dan meningkatkan efisiensi pembakaran. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teknologi pembakaran biomassa yang lebih ramah lingkungan dan efisien, serta menjadi acuan dalam kebijakan energi terbarukan di Indonesia. Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup peningkatan jumlah sensor untuk pengukuran temperatur dan pemanfaatan gas buang untuk efisiensi energi yang lebih baik
Climate change and the depletion of conventional energy sources have become pressing global challenges, driving the development of renewable energy, including biomass. This research focuses on optimizing the combustion of bagasse using air staging methods and catalytic converters to enhance energy efficiency and reduce emissions. With the extensive agricultural land available in Indonesia, bagasse, as an agricultural waste, holds significant potential as a renewable energy source. The study aims to explore the effects of primary and secondary air distribution on combustion temperature, CO2 concentration, and particulate matter (PM10) emissions
The experimental method involved varying staged air supply and measuring gas emissions and temperature. The results indicate that an increase in secondary air supply positively correlates with temperature and CO2 concentration, reaching an optimal point at the P40S60 variation. The use of catalytic converters has proven effective in reducing PM10 emissions and improving combustion efficiency. This research makes a significant contribution to the development of more environmentally friendly and efficient biomass combustion technologies and serves as a reference for renewable energy policy in Indonesia. Recommendations for future research include increasing the number of sensors for temperature measurement and utilizing exhaust gases for better energy efficiency.
Kata Kunci : biomass combustion, renewable energy, air staging, catalytic converter, emissions reduction