Laporkan Masalah

Perilaku adaptif anak delinkuen pasca resosialisasi model Panti :: Studi kasus 4 anak delinkuen pasca pelayanan dan rehabilitasi sosial pada Panti Sosial Marsudi Putra "Antasena" Magelang

SUHADI, Prof.Dr. Mudiyono

2004 | Tesis | S2 Sosiologi

Perilaku delinkuen pada dasarnya terjadi karena rendahnya fungsi penguasaan dan pengendalian diri akibat dari kegagalan fungsi sosialisasi dalam keluarga ataupun kegagalan dalam memilih agen sosialisasi sekunder di luar keluarga. Permasalahan perilaku delinkuen telah berkembang menjadi permasalahan yang krusial baik secara kualitas, kuantitas maupun penyebarannya. Upaya penanganan untuk membantu anak delinkuen meninggalkan perilaku mal adaptif dan membentuk perilaku adaptif telah dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Sosial dengan menyediakan fasilitas pelayanan dan rehabiltasi sosial anak delinkuen model Panti, salah satunya adalah Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) “Antasena” Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam (1) makna resosialisasi model panti bagi anak delinkuen dalam membantu mengembangkan perilaku adaptif, (2) perilaku adaptif anak delinkuen pasca resosialisasi dan faktorfaktor yang mempengaruhinya.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, wawancara mendalam dan observasi. Kasus yang diteliti terdiri dari 4 anak delinkuen yang telah selesai menjalani program resosialisasi pada Panti Sosial Marsudi Putera Antasena Magelang tahun 2002 dengan latar belakang kenakalan utama berperilaku agresif. Lokasi penelitian di PSMP “Antasena” Magelang, tempat tinggal, sekolah, pesantren dan tempat kerja informan yang berada di Kabupaten Demak, Magelang, Sleman dan Purworejo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat anak nakal mempunyai karakteristik yang berbeda dalam menjalani dan menginternalisasi makna dan manfaat resosialisasi. Makna dan manfaat resosialisasi yang dirasakan masingmasing anak adalah menumbuhkan sikap positif terhadap perilaku adaptif ; membentuk norma subyektif dan mengembangkan kontrol perilaku adaptif, Hasil penelitian juga menunjukkan, keempat anak delinkuen pada umumnya telah mampu mengimplementasikan makna dan nilai serta perilaku positif yang diperoleh dan dibiasakan selama menjalani resosialisasi, meskipun berbeda satu dengan lainnya. Tiga anak sudah dapat meninggalkan dan atau mengurangi sebagian besar perilaku mal adaptif dan mengembangkan perilaku adaptif. Satu anak belum dapat sepenuhnya meninggalkan perilaku mal adaptif. Tiga informan telah mampu menyesuaikan diri terhadap harapan dan tuntutan keluarga dan masyarakat dengan baik dan satunya masih kurang berhasil. Temuan yang lain menjelaskan bahwa teori kontrol sosial dapat diberlakukan dalam kasus ini. Pada akhirnya penelitian ini menyimpulkan bahwa proses resosialisasi model panti di PSMP Antasena Magelang secara umum dapat memberikan makna dan manfaat bagi keempat anak dalam mengembangkan perilaku adaptif, sehingga kembali hidup wajar di masyarakat, menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga, sekolah, pondok pesantren dan tempat kerja serta dapat meninggalkan dan atau mengurangi perilaku delinkuen.

Delinquent behavior, basically, is created from less self-acquisition and selfcontrol functions due to neither successful socialization function within family nor successful selection of secondary socialization agent beyond family. Delinquent behavior has developed to be a crucial problem in terms of its quality, quantity and distribution. Efforts in assisting children with delinquency involve activities of escaping from maladaptive behavior and creating adaptive behavior. Goverment has performed those through the Ministry of Social Affair by providing service facilities and boarding system-based social rehabilitation facilities for those with delinquency. Among others is “Panti Social Antasena” Marsudi Putra (PSMP) in Magelang. The present research was aimed to identify in depth (1) the importance of boarding system-based resocialization to assist the development of adaptive behavior, (2) adaptive behavior in children with delinquency post-resocialization and its influencing factors. Descriptive-qualitative approach was exploited in this research. Data were gathered through the use of documentation study, in depth interviews and observations. Case investigated involved four children with delinquency who completed socialization program at Panti Sosial Marsudi Putera Antasena-Magelang in 2002, with aggressiveness as main delinquent behavior. Research sites were PSMP “Antasena”-Magelang, dwellings, school, pesantren and working places of informants in Demak, Magelang, Sleman and Purworejo. Results indicated that the four children with delinquency possessed different characteristics in performing, internalizing the importance and benefits of resocialiation. Individual child with delinquency regarded importance and benefits resocialization as cultivating positive attitude on adaptive behavior; creating subjective norms and developing adaptive behavior control. Results also showed that the four children with delinquency in general had capabilities to implement and hold importance and values, and maintain positive behaviors obtained and cultivated during resocialization, albeit some differences were found between one another. Three children had been able to escape from and or reduce most maladaptive behaviors and develop adaptive behaviors. One child had not fully escaped from maladaptive behavior yet. Three children had been able to well perform self-adaptation to the expectations and requirements of families and community, while the rest had been less successful. Other results explained that social control theory presumably applied to the present case. As a final point, the present research concluded that boarding system-based at PSMP Antasena-Magelang, in general, presumably had provided the four children with importance and benefits to develop their adaptive behavior, and hence they possibly returned to properly live among their communities, performed selfadaptation with their family circles, school, pondok pesantren and working places, and escaped from and reduce their delinquent behavior.

Kata Kunci : Anak delinkuen, resosialisasi, perilaku adaptif, child with delinquency, resocialization, adaptive behavior


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.