Kondisi fasilitas sosial ekonomi kaitannya dengan tingkat perkembangan wilayah di kabupaten Kulonprogo
Didi Nurrohman, Drs. Risyanto, M.S.
2006 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPermasalahan kesenjangan wilayah merupakan masalab kompleks yang dihadapi wilayah-wilayah dalam lingkup nasional, tetapi juga terjadi pada unit wilayah administrasi yang kecil seperti desa. Dimana terdapat kesenjangan laju pertumbuhan antar wilayah khususnya antara wilayah pusat dengan daerah belakangnya dan adanya kesenjangan distribusi fasilitas sosial ekonomi yang terkonsentrasi pada wilayab yang telah berkernbang. Kesenjangan antar wilayah ini juga terjadi di Kabupaten Kulon Progo. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui ketersediaan fasilitas sosial ekonomi pada desa bertopografi dataran dan perbukitan dan pada desa¬-desa ibu kota kecamatan dan desa-desa bukan ibu kota kecamatan, (2) Mengetahui daya layan fasilitas sosial ekonomi pada desa bertopografi dataran dan perbukitan dan pada desa-desa itu kota kecamatan dan desa-desa bukan ibu kota kecamatan, (3) Mengetahui variasi spasial tingkat perkembangan wilayah pada desa bertopografi dataran dan perbukitan dan pada desa-desa ibu kota kecamatan dan desa-desa bukan ibu kota kecamatan (4) Mengetabui hubungan ketersediaan clan daya layan facilitas sosial ekonomi dengan tingkat perkembangan wilayah. Metode yang digunakan untuk mengetahui ketersediaan fasilitas sosial ekonomi adalab analisis skalogram, sedang daya layan diukur dengan rasio jumlah unit riil terhadap jumlah minimum. Tingkat perkembangan wilayah diukur dengan Analisa Faktor untuk memperoleh skor faktor yang menunjukkan kedudukan setiap wilayah dengan wilayah lain. Uji statistik yang digunakan. yaitu ANOVA untuk mengetahui perbedaan tingkat perkembangan wilayah dan kondisi (ketersediaan dan daya layan) fasilitas sosial ekonomi berdasar tipe topografi dan fungsi administrasi desa. Dan analisa korelasi untuk mengetaluai bubungan ketersediaan dan daya layan fasilitas sosial ekonomi dengan tingkat perkembangan wilayah. Penentuan arahan pengembangan menggunakan analisa tipologi dari dua aspek yaitu kondisi fasilitas sosial ekonomi dan tingkat perkembangan wilayah. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi terkait. Hasil penelitian dari uji ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan ketersediaan dan daya layan fasilitas sosial ekonomi antara desa-desa ibu kota kecamatan dengan desa-desa bukan ibu kota kecamatan. Bcrdasar topografi tidak terdapat perbedaan signifikan tingkat ketersediaan dan daya layan fasilitas sosial ekonomi. Terdapat perbedaan signifikan tingkat perkembangan wilayah antara desa bertopografi dataran dan perbukitan, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan perkembangan wilayah antara desa ibu kota kecamatan dengan desa bukan ibu kota kecamatan. Dari analisa faktor menunjukkan faktor kemajuan sektor non pertanian dan aksesibilitas komunikasi yang paling relevan dalam menjelaskan tingkat perkembangan wilavah di Kabupaten Kulon Progo. Sedangkan dari analisa korelasi dapat diketahui terdapat hubungan yang signifikan kondisi fasilitas sosial ekonomi (ketersediaan dan daya layan) dengan tingkat perkembangan wilayah. Hasil akhir dari penelitian ini adalah arahan pengembangan fasilitas sosial ekonomi maupun pengembangan wilayah desa -desa di Kabupaten Kulon Progo yang dihasilkan dari analisa tipologi. Desa-desa dengan kondisi fasilitas sosial ekonomi dan tingkat perkembangan wilayah yang kurang perlu mendapakan prioritas dalam kegiatan pembangunan wilayah meminimalisir kesenjangan fasilitas sosial ekonomi dan mereduksi perbedaan perkembangan wilayab di Kabupaten Kulon Progo.
Regional difference problems represent tiro complex problem faced by the regions in national scope, but also happened in regional unit. of small administration like countryside. Where there are difference of growth rate usher the region specially between region center with the back area and existence of economics social facility distribution difference of which concentration at region expanded the. Difference usher this region is also happened in Regency of Kulon Progo. Intention of this research is (1) Knowing economic social facility of service availibility at countryside of have topography of plain and hilly and at countryside of capital of subdistrict town and countryside of non capital of subdistrict town, (2) Knowing economic social facility of function availibility at countryside of have topography of plain and hilly and at countryside of capital of subdistrict town and countryside of capital of subdistrict town, (3) Knowing variation of spasial the regional growth level at countryside of have topography of plain and hilly and at countryside of capital of subdistrict town and countryside of non capital of subdistrict town, (4) Knowing relation of service availability and economic social facility of function availibility with the regional growth level. Method used to know the service availibility of economic social facility is scalogram analysis, function availability is measured with the ratio sum up the real unit to minimum amount. Mount the regional growth measured with the Factor Analysis to obtain the factor score showing to domicile each region regionally is other. Statistic test used by that is T Test to know the difference mount the regional growth and condition (service availibility and function avaibility) economic social facility based on type of topography and function of countryside administration. And correlation analysis to know the relation of service availability and economic social facility of function availability with the regional growth level. Determination of development instruction use the tipologi analysis from two aspect that is economic social facility condition and mont the regional growth. As for data used in this research represent the secondary data obtained from various related institution. Result of research from test T Test indicate that there are difference of significant of service availibility and economic social facility of function availibility between countryside of capital of subdistrict town with the countryside of non capital of subdisirict town. Based on topography do not there are difference of significant of service availibiliiy and economic social facility of function availibility. There are difference significant mount the regional growth at countryside of have topography of plain and hilly, and do not there are difference which regional significant growth between countryside of capital of subdistrict town with the countryside of non capital of subdistrict town. From factor analysis show the factor of sector progress is non agriculture and most relevant accessability communications in explaining regional growth level in Regency of Kulon Progo. While from knowable correlation analysis there are relation of significant which social economic facility condition of (service availibility and function availihility) with the regional growth level. End result from this research is economic social facility development instruction and also regional development of countrysides in Regency of Kulon Progo yielded from tipologi analysis. Countryside with the economic social facility condition and the regional growth level which less require to get the priority in development activity for the (minimize of economic social facility difference and reduce the regional growth difference in Regency of Kulon Progo.
Kata Kunci : Ketersediaan fasilitas sosial ekonomi, daya layan fasilitas sosial ekonomi, tingkat perkembangan wilayah, topografi, fungsi administrasi desa, Kulonprogo,DIY,social economics facility of service availibility , social economics facility of function availi