Kajian Efek Samping Hipoglikemi Pada Penggunaan Kombinasi Obat Antidiabetes Oral dan Insulin Pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di RSA UGM Yogyakarta
Widha Nur Yuliharjanti, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati
2025 | Skripsi | FARMASI
Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik
kronis yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Kombinasi penggunaan
obat antidiabetik oral dan insulin pada pasien DM tipe 2 berisiko menimbulkan
efek samping berupa hipoglikemi. Banyaknya kasus DM tipe 2 di Indonesia serta
penggunaan kombinasi obat antidiabetik oral dan insulin yang mengalami
peningkatan dapat berpengaruh pada prevalensi terjadinya efek samping
hipoglikemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat
antidiabetik oral dan insulin serta pengaruhnya terhadap kejadian efek samping hipoglikemi
pada pasien DM tipe 2 di instalasi rawat jalan RSA UGM Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional yang
menggunakan metode cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif
untuk mengetahui kejadian efek samping obat (ESO) hipoglikemi. Data diperoleh
melalui wawancara terhadap pasien rawat jalan yang menggunakan kombinasi obat
antidiabetik oral dan insulin serta memiliki riwayat hipoglikemi di RSA UGM
Yogyakarta selama periode 30 Desember 2024-28 Februari 2025. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Algoritma Naranjo untuk mengevaluasi
hubungan kausal antara penggunaan obat dengan kejadian efek samping
hipoglikemi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 97 pasien, kombinasi 1 obat antidiabetik oral (OAD) dengan 1 insulin merupakan terapi kombinasi yang paling umum digunakan untuk mengontrol kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rawat Jalan RSA UGM Yogyakarta (88,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pola penggunaan kombinasi obat antidiabetik oral (OAD) terhadap kejadian efek samping hipoglikemi dengan nilai p-value 0,045. Namun, variabel lain seperti jenis kelamin (p = 0,426), usia (p = 0,124), komorbiditas (p = 0,283), dan durasi penyakit diabetes melitus 2 (p = 0,433) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian hipoglikemi berdasarkan uji statistik Chi-Square dan Algoritma Naranjo. Berdasarkan penelitian ini, diperlukan adanya studi lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan faktor risiko tambahan.
Type 2
diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disease whose prevalence
continues to increase in Indonesia. The combination of oral antidiabetic drugs
and insulin in type 2 diabetes patients carries the risk of causing side
effects such as hypoglycemia. The growing number of type 2 diabetes cases in
Indonesia, along with the increasing use of the oral antidiabetic drug and
insulin combination, may affect the prevalence of hypoglycemia side effects.
This study aims to examine the pattern of oral antidiabetic drug and insulin
use and its impact on the occurrence of hypoglycemia side effects in type 2
diabetes patients at the outpatient department of RSA UGM Yogyakarta.
This research is an observational study of a
cross-sectional design with a retrospective data collection design to
identify hypoglycemic adverse drug reactions (ADRs). Data were collected
through interviews outpatients using a combination of oral antidiabetic drugs
and insulin, who had a history of hypoglycemia, at RSA UGM Yogyakarta from
December 30, 2024, to February 28, 2025. The Naranjo Algorithm was used as the
main instrument to evaluate the causal relationship between drug use and
hypoglycemic events.
The results showed that out of 97 patients, a indicate that the
combination of 1 oral antidiabetic drug (OAD) with 1 insulin is the most
commonly used therapy for controlling blood glucose levels in patients with
type 2 diabetes mellitus at the Outpatient Department of RSA UGM Yogyakarta
(88.7%). A significant relationship was found between the use of oral
antidiabetic drug (OAD) combinations and the occurrence of hypoglycemia side
effects, with a p-value of 0.045. However, other variables such as gender (p =
0.426), age (p = 0.124), comorbidities (p = 0.283), and the duration of type 2
diabetes mellitus (p = 0.433) did not show a significant relationship with
hypoglycemia occurrence based on Chi-Square and Naranjo Algorithm statistical
tests. Based on this study, further research with a larger sample size and
additional risk factors is needed to explore other factors.
Kata Kunci : diabetes melitus tipe 2, kombinasi antidiabetik oral dan insulin, hipoglikemi.