Pemanfaatan pelayanan kesehatan di Balai Latihan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
AHMAD, Anwar, Drg. Julita Hendrartini, M.Kes
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLATAR BELAKANG: Balai Latihan Pelayanan Kesehatan Masyarakat adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Cakupan pelayanan kesehatan rata-rata kunjungan pasien setiap bulannya pada tahun 2002 cukup besar jika dibandingkan dengan puskesmas lain yaitu puskesmas Baiturrahman dan Kuta Alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang berhubungan dengan perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan di BLPKM. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap pengunjung yang menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di BLPKM yang berobat di bulan Oktober 2003 yang dilakukan secara purposive. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Balai Latihan Pelayanan Kesehatan Masyarakat masih menjadi pilihan sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak hanya digunakan oleh masyarakat yang berdomisili di daerah sekitar namun masyarakat dari luar kotapun masih menggunakan BLPKM tersebut.Pengunjung sebagian besar berusia relatif masih muda, dengan jenis pekerjaan terbanyak adalah swasta dan ibu rumah tangga.Keluhan terbanyak adalah penyakit gigi dan mulut setelah gastro entritis dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan di BLPKM antara lain kinerja petugas kesehatan, mutu pelayanan termasuk kecocokan dalam pemberian obat dan juga dorongan orang lain, sedangkan jarak bukan menjadi alasan bagi mereka untuk mencari pelayanan kesehatan yang diinginkannya
Background Training center of Public Health service (BLPKM) is one of technical implementation units in the Provincial Health Office of Nanggroe Aceh Darussalam that functioned to provide health service to community. The coverage of health service of patients’ average visit monthly in the year of 2002 was quite big when it was compared with other Primary Health Care such as Primary Health Care of Baiturrahman and Kuta Alam. This research was aimed to find out factors that influenced utilization behavior of health service in the BLPKM. Method: This was an analitic research that used qualitative approach. Data was collected through interview that was done purposively toward visitors who used the health service facility in BLPKM and who seek for treatment in October 2003. Result: The result of this research showed that BLPKM still becomes the choice for community’s health service either for those who live in the area of BLPKM and those who live out of the area. Most of BLPKM visitors were relatively young, whith mostly job types were private sectors and household mothers. The most complaint occurred was dental and oral disease after gastro entritis and acute respiratory infection. Conclusion: Factors that had relationship with behavior of using health service in BLPKM were work performance of the health personnel, service quality including suitability in giving medicine and also support from others, and yet distance was not the reason for people to look for the preferred health service
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Balai Latihan Kesehatan Masyarakat