Laporkan Masalah

Validitas skor sumbatan hidung sebagai alat ukur gejala sumbatan hidung

ISWARINI, Arin Dwi, dr. Soepomo Sukardono, SpTHT

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinis

Latar Belakang. Gejala sumbatan hidung meskipun bukan suatu gejala penyakit yang berat, tetapi dapat menurunkan kualitas hidup dan aktivitas penderita. Diagnosis dari gejala sumbatan hidung sangat kompleks dan bervariasi, selain berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik juga perlu pemeriksaan penunjang untuk pengukuran patensi hidung, misalnya pengukuran tahanan hidung dengan rinomanometri . Pemeriksaan penunjang ini di Indonesia hanya tersedia pada beberapa rumah sakit di kota besar tertentu saja. Dikembangkan suatu alat uji diagnostik yang mudah dipergunakan, murah dan akurat yaitu skor sumbatan hidung. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai diagnostik skor sumbatan hidung dan menetapkan nilai cut-off skor sumbatan hidung. Bahan dan Cara. Penelitian ini menggunakan rancangan uji diagnostik. Tes reliabilitas digunakan dalam mengukur variabel-variabel dalam skor sumbatan hidung dan ditentukan interobserver agreement dengan nilai Kappa. Sejumlah 122 pasien dengan gangguan hidung tersumbat dipilih secara berurutan di Instalasi Rawat Jalan Bagian THT-KL RS Dr. Sardjito Yogyakarta. Nilai diagnostik setiap variabel penyusun skor sumbatan hidung dinilai dengan baku emas peningkatan tahanan hidung dengan pemeriksaan rinomanometri. Selanjutnya dilakukan penentuan sensitivitas dan spesifisitas pada berbagai nilai ditentukan dengan baku emas peningkatan tahanan hidung dengan pemeriksaan rinomanometri. Nilai cut-off ditetapkan menggunakan kurva Receiver Operator Characteristic (ROC). Diharapkan skor sumbatan hidung valid sebagai alat ukur untuk gejala sumbatan hidung. Hasil ini diharapkan bermanfaat bagi klinisi dalam pengukuran patensi hidung pada gejala sumbatan hidung dan menentukan diagnosis penyebabnya, terutama bila tidak tersedia fasilitas penunjang diagnosis

Background. Nasal obstruction is a subjective complaint in patient with nasal disease. Causation of nasal obstruction symptom is very complex and variety,that can decreased patient’s quality of life and activities. Examination of nasal obstruction based on anamnesis, physical and supported examination. Nasal patency examinations, such as resistance nasal examination with rhinomanometry are needed as an objective measurement. Some examinations are provided in particular hospitals in Indonesia. Nasal obstruction score as a diagnostic test that easy to used, inexpensive and accurate is developed. Objective. The aim of this study is to validate nasal obstruction score as a tool to measure nasal obstruction symptom. Methods. Diagnostic test design is used in this study. Reliability test is performed used to measure nasal obstruction score’s variables and determine the interobserver agreement with Kappa value. Further, 122 nasal obstruction patients are selected consecutively in Otorhinolaryngology Department of Sardjito hospital in Yogyakarta. Diagnostic value of each variable that maked up nasal obstruction score is assessed against nasal resistance increase in rhinomanometry examination as a gold standard. Sensitivity and specificity at various point are determined against nasal resistance increase in rhinomanometry examination as a gold standard. Cut-off point is determined using the Receiver Operator Characteristic (ROC) curve. Hopefully, nasal obstruction score would be a valid tool used to measure nasal obstruction symptom and useful for clinicians in making measurement and causasion of nasal obstruction, especially when there are no supported facilities.

Kata Kunci : Sumbatan Hidung,Skor,Hidung Tersumbat, nasal obstruction, rhinomanometry, score, sensitivity, specificity


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.