Perempuan dalam Aktivisme Digital dan Keterlibatan Warga Negara secara Online: Dukungan bagi Korban KBGO di Indonesia
Iwanda Lutfi Khoirini, Dr. Ambar Widaningrum, M.A.
2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Aktivisme digital dan keterlibatan warga negara secara online merupakan instrumen penting untuk mengadvokasi isu-isu berbasis gender, termasuk Kekerasan berbasis Gender Online (KBGO). Studi ini menginvestigasi bagaimana perempuan terlibat dalam aktivisme digital melalui kampanye "Awas KBGO" pada platform Instagram dan perannya dalam mendukung korban KBGO di Indonesia. Penelitian ini mengkaji praktik-praktik utama dari aktivisme digital dan keterlibatan warga negara secara online, seperti advokasi, mobilisasi, aksi, suportif, deliberatif, dan kolaboratif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kampanye "Awas KBGO" berkolerasi positif dengan keterlibatan perempuan dalam isu KBGO melalui edukasi digital, advokasi kebijakan, dan penyediaan dukungan hukum dan psikologis bagi para korban. Studi ini menekankan adanya keterlibatan substansial (thick engagement) melalui advokasi kebijakan dan keterlibatan minimal (thin engagement) melalui dukungan simbolis di media sosial. Meskipun kampanye ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan memberikan bantuan kepada korban, isu-isu seperti sumber daya yang terbatas dan kemungkinan terjadinya slacktivism masih menjadi hambatan dalam mencapai dampak yang lebih besar.
Digital activism and online civic engagement are critical instruments for advocating gen-derbased issues, particularly Online Gender Based Violence (OGBV). This study investigates how women engage in digital activism via the "Awas KBGO" Instagram campaign and its role to assisting OGBV victims in Indonesia. This study examines important practices of digital activism and online civic engagement, such as advocacy, mobilization, action, supportive, deliberative, and collaborative activities, using a qualitative approach and case study method. The findings indicate that the “Awas KBGO” campaign positively correlates with women's involvement in OGBV issues via digital education, policy advocacy, and the provision of legal and psychological support for victims. This study emphasizes the existence of substantial engagement (thick engagement) via policy advocacy and minimal engagement (thin engagement) characterized by symbolic support on social media. While the campaign is effective in raising awareness and giving assistance to victims, issues such as limited resources and the possibility of slacktivism continue to prevent a larger impact.
Kata Kunci : Kampanye Awas KBGO. Aktivisme Digital, Keterlibatan Warga Negara secara Online, Kekerasan Berbasis Gender Online, Kesetaraan.