Monitoring Populasi Imago Spodoptera exigua Menggunakan Perangkap Berferomon dan Perangkap Berlampu serta Intensitas Kerusakan pada Tanaman Bawang Merah
Desti Annes Diyah Prastiwi, Prof. Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc.
2025 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHANSpodoptera exigua merupakan hama utama yang menyerang dan menyebabkan kerugian pada budidaya tanaman bawang merah. Monitoring terhadap populasi S. exigua perlu dilakukan sebagai upaya mengetahui dinamika populasi hama pada lahan budidaya tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas perangkap berferomon dan perangkap berlampu sebagai alat monitoring, serta mengetahui dinamika populasi S. exigua saat ada tanaman bawang merah dengan tidak ada tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan September-Desember 2024 di Selopamioro, Imogiri, Bantul. Parameter yang diamati meliputi populasi imago Spodoptera exigua hasil tangkapan perangkap dan intensitas kerusakan tanaman. Perangkap yang digunakan sebanyak tiga perangkap berferomon dan tiga perangkap berlampu. Pengamatan populasi dilakukan setiap hari, sedangkan pengamatan intensitas kerusakan dilakukan dua kali dalam seminggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkap berferomon lebih efektif digunakan sebagai alat monitoring dengan rata-rata populasi 8,25 ekor/hari/perangkap. Pada perangkap berferomon populasi imago jantan S. exigua saat terdapat tanaman bawang merah dan tidak terdapat tanaman bawang merah tidak berbeda nyata yaitu 8,88 ekor/hari/perangkap dan 7,93 ekor/hari/perangkap. Sedangkan, pada perangkap berlampu hasil populasi imago S. exigua saat terdapat tanaman bawang merah dan tidak terdapat tanaman bawang merah berbeda nyata dengan rerata 0,299 ekor/hari/perangkap dan 0,049 ekor/hari/perangkap.
Spodoptera exigua is a major pest that attacks and causes damage to shallot cultivation. The monitoring of S. exigua populations is necessary to understand the dynamics of pest populations in the field. This study aimed to evaluate the effectiveness of pheromone traps and light traps as a monitoring tool, and to investigate the population dynamics of S. exigua in the presence and absence of shallot plants. The research was conducted in September-December 2024 in Selopamioro, Imogiri, Bantul. The observed parameters included the population of S. exigua captured by the trap and the intensity of plant damage. Three pheromone traps and three light traps were used. Population observations were conducted daily, while damage intensity was assessed twice a week. The results showed that the pheromone traps was more effective for monitoring with an average population of 8.25 imagos/day/trap. In the pheromone traps, the male S. exigua population in the presence and absence of shallot plants did not differ significantly, with averages 8.88 imagos/day/trap and 7.93 imagos/day/trap. In contrast, the population of S. exigua imagoes in the light traps differed significantly between the presence and absence of shallot plants with an average of 0.299 imagos/day/trap and 0.049 imagos/day/trap.
Kata Kunci : Spodoptera exigua, populasi, perangkap berferomon, perangkap berlampu