Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antiibiotik Profilaksis pada Pasien Bedah Ortopedi Open Reduction Internal Fixation (ORIF) di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada
Fayza Kalyca Nareswari, Prof. Dr. apt. Ika Puspita Sari, M.Si.
2025 | Skripsi | FARMASI
Prosedur bedah Open
Reduction Internal Fixation (ORIF)
merupakan tindakan reduksi internal dengan fiksasi terbuka yang dilakukan
dengan proses implantasi benda asing pada patah tulang terbuka maupun tertutup
sehingga memerlukan penggunaan profilaksis pra pembedahan untuk mencegah
terjadinya infeksi daerah operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran dan mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis serta
hubungannya dengan kejadian infeksi daerah operasi (IDO) pasien bedah ORIF
dewasa di RS Akademik Universitas Gadjah Mada.
Model penelitian ini
adalah cross sectional secara restrospektif melalui pengamatan data
rekam medis pasien bedah ortopedi ORIF dewasa di bangsal rawat inap bedah RS
Akademik UGM periode Januari – Oktober 2024 dengan metode sampling berupa
purposive sampling. Analisis data rasionalitas penggunaan antibiotik
profilaksis dinilai secara kualitatif menggunakan algoritma Gyssens
berdasarkan Pedoman Penggunaan Antibiotik (PPAB) RS Akademik UGM. Hubungan
antara rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis pada bedah ORIF terhadap
kejadian IDO dianalisis menggunakan metode uji Chi Square.
Hasil penelitian dari total 97 pasien menunjukkan antibiotik profilaksis yang paling banyak digunakan adalah sefazolin (87,6%) dan seftriakson (11.3%). Penggunaan antibiotik profilaksis yang rasional berdasarkan metode gyssens (kategori 0) sebanyak 57,7%. Terdapat penggunaan antibiotik yang tidak rasional yaitu 1% termasuk ke dalam kategori IVD (adanya antibiotik lain dengan spektrum lebih sempit), 6,2% kategori IIIA (durasi pemberian terlalu lama), 17,5% kategori IIA (dosis pemberian tidak tepat), dan 36% kategori I (waktu pemberian tidak tepat). Pada penelitian ini hanya terdapat 1 dari 97 pasien yang mengalami infeksi daerah operasi dari pengamatan selama 90 hari pasca operasi. Hasil analisis Chi Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis dengan kejadian IDO (p = 0,390).
Open Reduction
Internal Fixation (ORIF) surgical procedure is an internal reduction with open
fixation performed by the process of implanting foreign bodies in open and
closed fractures so that it requires the use of pre-surgical prophylaxis to
prevent surgical site infections. This study aims to determine the description
and evaluate the rationality of prophylactic antibiotic use and its
relationship with the incidence of surgical site infection (SSI) in adult ORIF
surgical patients at Universitas Gadjah Mada Academic Hospital.
This research model is
a cross-sectional restrospective study through observation of medical record
data of adult ORIF orthopedic surgery patients in the surgical inpatient ward
of UGM Academic Hospital for the period January - October 2024 with purposive
sampling method. Data analysis of the rationality of prophylactic antibiotic
use was assessed qualitatively using the Gyssens algorithm based on the
Guidelines for Antibiotic Use of UGM Academic Hospital. The relationship between
the rationality of prophylactic antibiotic use in ORIF surgery and the
incidence of SSI was analyzed using the Chi Square test method.
The results of the study from a total of 97 patients showed that the most commonly used prophylactic antibiotics were cefazolin (87.6%) and ceftriaxone (11.3%). The rational use of prophylactic antibiotics based on the gyssens method (category 0) was 57.7%. The irrational use of antibiotics including 1% of category IVD (the presence of narrower spectrum alternative), 6.2% of category IIIA (antibiotic administration is too long), 17.5% of category IIA (inappropriate dose), and 36% of category I (inappropriate timing). In this study there was only 1 out of 97 patients who experienced surgical site infection from observation for 90 days postoperatively. The results of Chi Square analysis showed that there was no significant relationship between the rationality of prophylactic antibiotic use and the incidence of SSI (p = 0.390).
Kata Kunci : antibiotik profilaksis, infeksi daerah operasi, bedah ortopedi, ORIF