SIMPANAN KARBON DAN PRODUKSI GETAH TANAMAN PINUS PADA POLA AGROFORESTRI (PINUS-KOPI-KAPULAGA) DI RPH TEMANGGAL, BKPH MAGELANG, KPH KEDU UTARA
Mardiana Vara Annisa, Prof. Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M. Agr. Sc., IPU.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
SIMPANAN KARBON DAN PRODUKSI
GETAH TANAMAN PINUS PADA POLA AGROFORESTRI (PINUS-KOPI-KAPULAGA) DI RPH
TEMANGGAL, BKPH MAGELANG, KPH KEDU UTARA
Oleh :
Mardiana Vara Annisa¹, Ris Hadi Purwanto²
INTISARI
Luas hutan di Indonesia berkurang akibat dari alih
fungsi lahan yang menyebabkan meningkatnya emisi gas rumah kaca dan terjadi
perubahan iklim. Masalah lingkungan yang terjadi menyebabkan kenaikan suhu bumi
yang diakibatkan oleh naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO?) dan gas
lainnya di atmosfer. Hutan dengan sistem agroforestri merupakan sumber penyerap
karbon yang sangat baik untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca utamanya adalah
gas karbondioksida (CO?). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi
simpanan biomassa, karbon, serapan (CO?), dan produksi getah pinus di RPH
Temanggal. Penelitian dilakukan di hutan tanaman Pinus Perum Perhutani RPH
Temanggal, BKPH Magelang, KPH Kedu Utara dari kelas umur (KU) III-V dan VIII
yang tersebar pada beberapa petak yaitu 16-A, 16B-1, 16B-2, 13F dengan luas
total 37,3 ha.
Pendugaan biomassa tegakan pinus dilakukan secara
non-destructive menggunakan total 60 buah plot ukur berbentuk persegi dengan
luas plot 0,04 ha. Persamaan allometrik yang digunakan adalah persamaan
allometrik dari Heriyanto
et. al (2005) yaitu Bt = 0,03292 +
(DBH????+H)????,???????????????????? . Simpanan karbon menggunakan asumsi 47?ri biomassa menurut SNI 7724
(2011) dan serapan CO? dihitung dengan mengalikan angka 3,67 dari simpanan
karbonnya. Pendugaan produksi getah dilakukan pada pohon yang berada dalam plot
berdasarkan data laporan sedapan getah di RPH Temanggal.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa potensi
biomassa, karbon, dan serapan CO? yang terdapat
pada tanaman Pinus merkusii sadap-kopi-kapulaga di RPH Temanggal secara
berturut-turut adalah 653,39 ton/ha dan 107,08 ton/ha/tahun, 301,88 ton/ha dan
50,33 ton/ha/tahun, 1.107,89 ton/ha dan 184,71 ton/ha/tahun. Potensi biomassa,
karbon, dan serapan CO? yang terdapat pada tanaman Pinus merkusii non
sadap-kopi-kapulaga di RPH Temanggal secara berturut-turut adalah 573,12 ton/ha
dan 76,63 ton/ha/tahun, 269,36 ton/ha dan 36,02 ton/ha/tahun, 988,57 ton/ha dan
132,19 ton/ha/tahun. Produksi getah pinus pada penelitian ini berdasarkan waktu harian,
bulanan, dan tahunan dari 3269 pohon di RPH Temanggal berturut-turut sebanyak
18,98 kg/ha/hari, 569,5 kg/ha/bulan, dan 6.834 kg/ha/tahun.
Kata kunci: Biomassa, karbon, agroforestri, tegakan
pinus, produksi getah
1 Mahasiswa Fakultas
Kehutanan UGM
2 Dosen Departemen Manajemen Hutan, Fakultas
Kehutanan UGM
THE CARBON STORAGE AND PINE RESIN PRODUCTION IN AGROFORESTRY PATTERN (PINE-COFFEE-CARDAMOM) IN RPH TEMANGGAL, BKPH MAGELANG, KPH KEDU UTARA
By:
Mardiana Vara Annisa¹, Ris Hadi Purwanto²
ABSTRAK
The forest area in Indonesia is decreasing due to
land-use changes, leading to increased greenhouse gas emissions and climate.
Environmental issues have resulted in rising global temperatures caused by
higher concentration of carbon dioxide (CO?) and other gases in the atmosphere.
Agroforestry system serve as excellent carbon sinks, effectively reducing greenhouse
gas emissions, especially carbon dioxide (CO?). This research aims to assess
the potential for biomass reserves, carbon storage, uptake (CO?), and pine
resin production in the Temanggal Forest Management Unit (RPH Temanggal). The
research was conducted in the pine plantations of Perum Perhutani RPH
Temanggal, BKPH Magelang, KPH North Kedu, focusing on age classes (KU) III-V
and VIII. Sampling plots included 16-A, 16B-1, 16B-2, 13F, covering a total
area of ??37.3 hectares.
Biomass estimation of pine stands was performed
non-destructively using a total of 60 square measuring plots, each covering 0.04
hectares. The allometric equation applied is that of Heriyanto et. al (2005), Bt = 0,03292+(DBH²+H) ????,????????????????????. Carbon storage was estimated by assuming that 47% of
the biomass is carbon, as per (SNI 7724, 2011), and CO? absorption was
calculated by multiplying the carbon storage by a factor of 3.67. pine resin
production estimation was based on resin tapping reports from RPH Temanggal.
The results of this research show that the potential
for biomass, carbon storage and CO? uptake contained in Pinus merkusii tapped-coffee-cardamom
plants in Temanggal RPH are respectively 653,39 tons/ha and 107,08 tons/ha/year,
301,88 tons/ha and 50,33 tons/ha/year, 1,107,89 tons/ha and 184,71
tons/ha/year. The potential for biomass, carbon storage and CO? absorption
found in Pinus merkusii non-tapped-coffee-cardamom plants in the
Temanggal RPH are respectively 573,11 tons/ha and 76,63 tons/ha/year, 269,36
tons/ha and 36,01 tons/ha/year, 988,56 tons/ha and 132,19 tons/ha/year. Pine
resin production in this study based on daily, monthly and annual time from
3269 trees in Temanggal RPH was respectively 18.98 kg/ha/day, 569.5 kg/ha/month
and 6,834 kg/ha/year.
Key words: Biomass, carbon, agroforestry, pine stands, sap production
1 Student of Forest Management
Departement, Faculty
of Forestry UGM
2 Lecturer
of
Forest Management Departement, Faculty of Forestry UGM
Kata Kunci : Biomassa, karbon, agroforestri, tegakan pinus, produksi getah