Efektivitas Kantor Pelayanan Perizinan Kota Bau-bau
MACHMUD, Andi Hamzah, Prof.Dr. Riswandha Imawan, MA
2004 | Tesis | S2 Ilmu Politikudul tesis ini adalah “Efektivitas Kantor Pelayanan Perizinan Kota Bau-Bauâ€. Latar belakang penelitian ini, berangkat dari permasalahan sistem pelayanan perizinan di Kantor Pelayanan Peirizinan Satu Atap dan Satu Pintu (SASP) Kota Bau-Bau yang belum efektif dalam penyelengaraan pelayanan. Fenomena tersebut seringkali dikeluhkan oleh masyarakat pengguna jasa karena prosedur pengurusannya berbelit-belit dan tidak trasparan, tidak adanya kepastian waktu dan mahalnya biaya-biaya yang harus dikeluarkan, serta belum adanya standar pelayanan prima yang dapat dipedomani aparat dalam melakukan tindakan pelayanan. Disamping itu juga, terjadinya rentang kewenangan yang panjang dan belum jelasnya pengaturan pelimpahan kewenangan, serta masih kuatnya resistensi dari instansi teknis yang merasa kewenangannya diambil oleh Kantor Pelayanan Perizinan. Sehingga menjadikan pelayanan kepada masyarakat kurang terapresiasikan dengan baik atau kurang menjadi prioritas dimana masih munculnya sikap yang bernuansa birokratis dari aparat pelaksananya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan meneliti dokumen yang ada. Dalam penelitian ini, peneliti ingin menggambarkan produktivitas dan kualitas pelayanan dengan mengeskplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi dalam proses pelayanan perizinan di Kantor Pelayanan Perizinan SASP Kota Bau-Bau. Hal ini dilakukan dengan menggunakan analisis pendekatan sistem terhadap input dan output yang ada di Kantor Pelayanan Perizinan dengan fakta-fakta yang ditemukan, kemudian memberikan interpretasi tentang prospek pelayanan perizinan yang baik di Kota Bau- Bau dalam konteks Good Governance. Hasil analisis menunjukkan, bahwa dari produktivitas dan kualitas pelayanan perizinan di Kantor Pelayanan Perizinan Kota Bau-Bau dalam penyelenggaraannya masih belum efektif, dikarenakan beberapa faktor sebagai berikut : struktur organisasi Kantor Pelayanan Perizinan belum memadai, sistem pelayanan yang belum memiliki standar pelayanan yang prima, masih rendahnya komitmen maupun semangat kerja pegawai dalam melaksanakan pelayanan dan tingkat pendidikan dari ketrampilan aparat belum mampu memberikan inovasi dalam pelayanan, serta tidak adanya komitmen dan dukungan pemimpin (aktor) dari visionery leader untuk mewujudkan Kantor Pelayanan Perizinan sebagai pelayanan satu atap/satu pintu pada level institusi dalam konteks Good Governance. Selanjutnya, untuk meningkatkan efektivitas pelayanan perizinan di Kantor Pelayanan Perizinan Kota Bau-Bau, perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : Pertama, penyempurnaan organisasi dengan pengisian jabatan fungsional oleh aparat profesional. Kedua, pembuatan standar pelayanan prima yang memuat rentang waktu, biaya, syarat pokok dan struktur informasi melalui Perda. Ketiga, perlunya penerapan sistem insentif dengan meningkatkan pungutan tapi imbangi dengan pelayanan prima/optimal. Keempat, penigkatan SDM dengan mengikutkan aparat ke berbagai pelatihan dan studi banding. Kelima, perlunya political will dan pengawasan langsung dari top leader (Walikota) dengan menerapkan sistem insentif dan hukuman dalam bagian integral sistem kerja serta disini diharapkan ada perang aktif masyarakat dalam fungsi kontrol.
This thesis is entitled with “The Effectiveness of License Bureau in City of Baubauâ€. Background of this study derived from the problems of service system of One-Roof and With One Door (Kantor Pelayanan Perizinan Satu Atap dan Satu Pintu/SASP) in Baubau City, which is not effective yet in their service performance. This is often complained by public who need this service because the procedure are complicated and not transparent, it needs a long time to performed and the high cost that has to be burdened to the public who need the service, and there was no good service standardization which can be used by the officer who deal with the service. In addition, there is very huge authority in one hand and there is no explicit empowerment regulation, and the resistance from the technical institution which assumed their authority was restrained- is extremely strong. Consequently, it appeared that the officers did not appreciate the service to the public and it was not their major priority that had to be performed –can be seen from their bureaucratic behavior. This research was qualitative study and the research method used observation and interview techniques and the analyzed the collected document. In this study, researcher aims to describe the productivity and the quality of service and explore the factors affecting the license process in License Bureau of Baubau City. This study was conducted with system approach analysis to the input and output of The Authorization Office using collected facts and the interpretation of the prospect of good authorization service in Baubau City performed in the Good Governance context. Analysis result suggested that productivity and quality of authorization in Authorization Office SASP of Baubau City was ineffective, since such factors as organization structure was not adequate, service system has no good service standards, the officers’ commitment and work spirit was poor, and their education level and skill were not enough to create innovation in their service. In addition there was no commitment and support from a visionary leader to create the Authority Office as One-Roof and With One Door Service on the institution level within Good Governance context. Hereinafter, that in order to increasing the effectiveness of authorization service in Authorization Office of Baubau City, followed steps has to be performed: First, the organization improvement with functional stuffing with professional officer. Second, creating the prime service standards containing period of time, cost, important requirements and information structure with regulation. Third, the need of incentive system implementation by increasing the service cost accompanied with good and optimal service. Fourth, human resources improvement with training and comparison study. Fifth, the need of political will and straight monitoring from the top leader (mayor) with reward and punishment system implementation in work system integral department and it is expected there are active participation from the public as control function.
Kata Kunci : Pelayanan Publik,Perizinan,Efektivitas Kantor Perizinan, Effectiveness, Productivity, and License Service