Laporkan Masalah

Challenging Conventional Copyright Law: A Comparative Analysis of AI- Generated Works Within the U.S. and Indonesian Copyright Law, Examined through the ‘Zarya of the Dawn’ Case

Brenda Kaneisha Angela Kartono, Royhan Akbar, S.H., LL.M., Laurensia Andrini, S.H., LL.M., Ph.D., Prof Tomi Suryo Utomo, S.H., LL.M, Ph.D

2025 | Skripsi | ILMU HUKUM


Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (“AI”) menghadirkan tantangan dalam hukum hak cipta, khususnya dalam mendefinisikan pencipta, menentukan originalitas, dan menetapkan kepemilikan. Semakin banyak karya AI, regulasi yang ada kesulitan membedakan karya manusia dan AI, memicu inkonsistensi perlindungan hak cipta serta ketidakpastian hukum. Meskipun menghadapi tantangan tersebut, penelitian hukum ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hukum hak cipta di Amerika Serikat dan Indonesia mengatur karya yang dihasilkan AI, dengan fokus pada prinsip penciptaan dan kepemilikan. Melalui studi kasus Zarya of the Dawn, penelitian ini mengkaji sejauh mana karya AI dapat memperoleh perlindungan hak cipta serta mengidentifikasi kelemahan dalam regulasi yang berlaku.

Penelitian hukum ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis hukum komparatif. Penelitian ini mengevaluasi ketentuan perundang- undangan, berbagai kasus, dan pandangan akademis untuk menilai bagaimana masing-masing yurisdiksi mengatur karya yang dihasilkan oleh AI dalam kerangka hukum hak ciptanya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia dapat memperkuat sistem hak ciptanya dengan mengadopsi regulasi yang lebih rinci, yang mengakui peran AI dalam kreativitas tanpa mengabaikan pencipta manusia. Kepastian hukum mengenai kepemilikan dan kelayakan hak cipta atas karya berbasis AI diperlukan guna menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan hak kekayaan intelektual.

Kata Kunci: Karya yang Dihasilkan AI, Hukum Hak Cipta, Pencipta, Kepemilikan, Originalitas, Zarya of the Dawn, Indonesia, Amerika Serikat


The rise of AI-generated works challenges copyright law, especially in defining authorship, determining originality, and establishing ownership. With the growing prevalence of AI-generated works, legal frameworks struggle to distinguish human from machine-created content, leading to inconsistencies in protection and uncertainty for creators and authorities. Despite these challenges, this Legal Research seeks to analyze how U.S. and Indonesian copyright laws address AI-generated works, focusing on the principles of authorship and ownership. Using Zarya of the Dawn as a case study, this Legal Research examines the extent to which AI-generated content can be granted copyright protection and identifies gaps in existing regulations.

This Legal Research employs a normative juridical approach with a comparative legal analysis. It evaluates statutory provisions, case law, and scholarly perspectives to assess how each jurisdiction navigates AI-generated works within their copyright frameworks.

This Legal Research comes to a conclusion that Indonesia can enhance its copyright system by adopting a refined approach that acknowledges AI-assisted creativity while preserving human authorship. Clearer regulations on ownership and copyrightability of AI-generated works are necessary to provide legal certainty and balance innovation with intellectual property rights.


Kata Kunci : AI-Generated Works, Copyright Law, Authorship, Ownership, Originality, Zarya of the Dawn, Indonesia, United States

  1. S1-2025-472865-abstract.pdf  
  2. S1-2025-472865-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-472865-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-472865-title.pdf