Peluang Integrasi Smart City Kota Samarinda dengan IKN Nusantara
Ervina Meillin Widodo, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah
Peran teknologi dan konektivitas telah memainkan peran penting dalam transformasi kota untuk menciptakan layanan yang lebih efisien. Salah satunya melalui konsep smart city atau kota cerdas. Teknologi dapat membantu mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan kualitas hidup dan menurangi dampak lingkungan di kota - kota besar. Ibu Kota Negara Baru Indonesia (IKN) menurut Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2022, pindah ke wilayah Provinsi Kalimantan Timur. IKN sebagai kota kolaboratif dan berkelanjutan mengedepankan konsep smart city dan konsep kolaborasi tri-city. Kota Samarinda sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Timur dan daerah mitra IKN yang telah menggunakan konsep smart city menjadi salah satu kota kolaborasi tri-city IKN. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi komponen smart city yang digunakan oleh Kota Samarinda dan IKN dapat mendukung tercapainya integrasi untuk pembangunan yang merata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menganalisis data primer dan sekunder yaitu dokumen perencanaan, wawancara dan kajian literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi pada konsep smart city Kota Samarinda dan IKN perbedaan kedalaman perencanaan dapat mempengaruhi efektivitas implementasi dan pencapaian tujuan bersama, sehingga perlu ada upaya untuk menyelaraskan dan meningkatan kualitas perencanaan di kedua kota agar kolaborasi tersebut dapat berjalan secara optimal.
The role of technology and connectivity has played an important role in the transformation of cities to create more efficient services. One of them is through the concept of smart city. Technology can help optimize resources, improve the quality of life and reduce environmental impacts in big cities. The New Capital City of Indonesia (IKN) according to Law Number 3 of 2022, has moved to the East Kalimantan Province. IKN as a collaborative and sustainable city prioritizes the concept of smart city and the concept of tri-city collaboration. Samarinda City as the capital of East Kalimantan Province and a partner area of IKN that has used the smart city concept is one of the IKN tri-city collaboration cities. This study aims to explore the smart city components used by Samarinda City and IKN to support the achievement of integration for equitable development. This study uses a qualitative approach, analyzing primary and secondary data, namely planning documents, interviews and relevant literature reviews. The results of this study indicate that the integration of the smart city concept of Samarinda City and IKN, differences in planning depth can affect the effectiveness of implementation and achievement of common goals, so efforts are needed to align and improve the quality of planning in both cities so that the collaboration can run optimally.
Kata Kunci : Integrasi, Kolaborasi, Kota Samarinda, IKN Nusantara, smart city / Integration, Collaboration, Samarinda City, IKN Nusantara, smart city