Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Sumber Daya Hutan Rakyat di Dusun Sukorejo Kapanewon Turi Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta
Prasetyo Utomo, Ir. Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P., IPU
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat bertujuan untuk mendorong kemampuan masyarakat dalam mengelola hutan rakyat menjadi masyarakat yang berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengidentifikasi bentuk pemanfaatan sumber daya hutan rakyat; 2. Mengidentifikasi kekuatan, peluang, aspirasi, dan hasil dalam pemanfaatan sumber daya hutan rakyat; dan 3. Merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya hutan rakyat.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, focus group discussion, dan dokumentasi. Penetapan informan melalui metode purposive. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis SOAR dengan menggunakan pendekatan strategic inquiry dan appreciative intent untuk merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat melalui empat aspek yaitu kekuatan, peluang, aspirasi, dan hasil.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa bentuk pemanfaatan sumber daya hutan rakyat di Dusun Sukorejo yaitu pemanfaatan hasil hutan kayu untuk kayu tebangan dan bahan bangunan, kayu bakar, mebel, dan sebagian dijual langsung. Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu berupa hijauan pakan ternak, bambu untuk bahan bangunan, dan bahan pangan. Pemanfaatan jasa lingkungan berupa Desa Wisata Tegal Loegood dan sumber mata air. Kekuatan yang dimiliki berupa demografi masyarakat dengan dominasi usia produktif dan kelembagaan dengan organisasi yang terstruktur dan kegiatan rutin, peluang pasar yang luas dan kunjungan wisatawan yang meningkat. Aspirasi yang dimiliki berupa dukungan pelatihan, bantuan modal usaha, dan terwujudnya hasil unggulan setiap kelompok. Terdapat tiga strategi pemberdayaan masyarakat yang diprioritaskan, yaitu pelatihan pemanfaatan potensi dan produk hutan rakyat unggulan, penjalinan kerja sama dengan industri yang lain untuk suplai bahan baku, dan memperoleh sertifikat legalitas produk yang dihasilkan.
Community empowerment in forest management actively involves the community to enhance their capacity in managing community forests, fostering self-reliance. This study aims to: 1. Forms of utilization of private forest resources; 2. Identifying strengths, opportunities, aspirations and results; 3. Formulating community empowerment strategies in utilizing private forest resources.
This research uses a qualitative approach with case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, focus group discussions, and documentation. Informants were selected using purposive method. Data analysis combined qualitative descriptive and SOAR analysis, incorporating strategic inquiry and appreciative intent to develop community empowerment strategies based on strengths, opportunities, aspirations, and results.
The research findings indicate various forms of community forest resource utilization in Dusun Sukorejo. The utilization of timber forest products includes use timber for construction materials and harvested wood, firewood, furniture, and direct sales. Non-timber forest products are utilized for livestock fodder, bamboo as a building material, and food ingredients. Environmental services are utilized through the establishment of Desa Wisata Tegal Loegood and water springs. The community's strengths lie in its demographics, with a majority in the productive age group, and in its well-structured organizations that hold regular activities. Opportunities include a broad market and an increasing number of tourist visits. The community's aspirations include support for training programs, business financing support, with flagship outcomes from each group. To synergizing utilization efforts and existing programs, recommended strategies include training and human resource development, infrastructure support, institutional strengthening, collaboration with partners and industries, and improved accessibility for community groups.
Kata Kunci : hutan rakyat, pemberdayaan masyarakat, SOAR, Tegal Loegood; private forest, community development, SOAR, Tegal Loegood.