PERBANDINGAN CROSS-LEGGED SITTING POSITION DAN TRADITIONAL SITTING POSITION TERHADAP KEBERHASILAN INSERSI ANESTESI EPIDURAL
Ridwan Adhiprabowo, dr. Calcarina Fitriani Retno Wisudarti, SpAn-TI, Subsp. T.I (K) ; Dr. dr. Sudadi, Sp.An-TI, Subsp. An.N (K), Subsp. An.R (K)
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Anestesiologi
Latar
Belakang :. Keberhasilan first
attempt epidural puncture merupakan hal penting karena multiple attempt
bisa menyebabkan komplikasi. Cross-Legged Sitting Position (CLSP) merupakan
salah satu alternatif posisi yang direkomendasikan untuk melakukan anestesi
regional karena menyebabkan fleksi lutut dan pinggul, menghasilkan
peningkatan derajat fleksi lumbal sehingga lebih mudah melakukan anestesi
epidural dibandingkan Traditional
Sitting Position (TSP). Penelitian mengenai perbandingan CLSP dan TSP terhadap keberhasilan anestesi
epidural masih sedikit di Indonesia.
Tujuan
: Mengetahui perbandingan CLSP dan TSP terhadap
keberhasilan insersi anestesi epidural di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Metode : Penelitian ini dilaksanakan dengan desain uji acak terbuka (Open-Label Randomized Controlled Trial) di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian ini membagi subjek menjadi kelompok CLSP dan TSP. Peneliti akan menghitung tingkat keberhasilan anestesi apidural pada upaya pertama di masing-masing kelompok. Hubungan antara tingkat keberhasilan insersi anestesi epidural pada CLSP dan TSP dengan metode uji beda proporsi dua kelompok kategorik menggunakan chi-square test tidak berpasangan. Penilaian dinyatakan signifikan apabila nilai p<0>
Hasil : Dari hasil analisis
menggunakan chi-square test dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan
bermakna antara keberhasilan insersi anestesi epidural dengan posisi pasien (90,4% versus 61,9%, P = 0,03) dan nilai Odds
Ratio 5,64. Selain itu CLSP juga memiliki jumlah attempt yang
lebih sedikit (P = 0,042) serta durasi insersi anestesi yang lebih cepat
dibandingkan dengan TSP (6,21 ± 5,40 versus 10,00 ± 12,40, P = 0,022).
Kesimpulan : Pada penelitian ini tingkat keberhasilan insersi anestesi epidural terbukti bermakna lebih tinggi secara statistik pada CLSP dibandingkan dengan TSP, pada pasien yang dilakukan operasi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Background : The
success of the first attempt at epidural puncture is crucial, as multiple
attempts can lead to complications. The Cross-Legged Sitting Position (CLSP) is
an alternative position recommended for regional anesthesia because it induces
knee and hip flexion, resulting in greater lumbar flexion, which facilitates
epidural anesthesia compared to the Traditional Sitting Position (TSP). Studies
comparing CLSP and TSP for epidural anesthesia success remain limited in Indonesia.
Objective : To
compare the success rates of epidural anesthesia insertion between CLSP and TSP
at Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta.
Method : This
study conducted as an Open-Label Randomized Controlled Trial at Dr. Sardjito
General Hospital, Yogyakarta. Subjects will be divided into CLSP and TSP
groups. The researchers will assess the success rate of epidural anesthesia
insertion on the first attempt in each group. The association between the
success rate of epidural anesthesia insertion in CLSP and TSP will be analyzed
using an unpaired chi-square test for two categorical groups. A p-value of
<0>
Result : The chi-square test analysis showed a
significant difference in the success rate of epidural anesthesia insertion
based on patient position. (90,4% versus 61,9%, P = 0,03) dan nilai Odds Ratio
5,64 and an Odds Ratio of 5,64. Additionally, CLSP required fewer attempts (P =
0,042) and had a shorter insertion duration than TSP (6,21 ± 5,40 versus 10,00
± 12,40, P = 0,022).
Conclusion : This study demonstrated that the success rate of epidural anesthesia insertion was statistically significantly higher in CLSP compared to TSP among surgical patients at Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta.
Kata Kunci : Kata Kunci : Anestesi Epidural, Cross-Legged Sitting Position, Traditional Sitting Position, first attempt epidural puncture, multiple attempt