Laporkan Masalah

GERAKAN PRAMUKA DI YOGYAKARTA, 1961-1958

HELGA NATASHA KASIH SUUKYI, Dr. Ahmad Athoillah, M.A.

2025 | Skripsi | ILMU SEJARAH

Gerakan Pramuka di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki sejarah panjang sejak didirikannya pada tahun 1961 hingga tahun 1998. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan Gerakan Pramuka di Yogyakarta dalam rentang waktu tersebut, serta menganalisis kontribusinya bagi generasi muda dan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, analisis dokumen arsip, serta wawancara dengan tokoh-tokoh Pramuka di Yogyakarta.

Gerakan Pramuka di Yogyakarta berkembang pesat melalui berbagai program pengaderan dan kegiatan sosial, seperti kegiatan pengembaraan, bakti masyarakat, dan pendidikan karakter. Selain itu, Pramuka berperan dalam pembentukan kepemimpinan dan nasionalisme di kalangan pemuda. Keberadaan Gerakan Pramuka tidak terlepas dari dinamika politik nasional, termasuk pengaruh kebijakan Orde Baru yang menekankan pemanfaatan organisasi kepanduan sebagai alat pendidikan dan pembangunan. Gerakan Pramuka di Yogyakarta berperan sebagai organisasi kepanduan. Gerakan Pramuka juga menjadi wadah pembentukan karakter dan patriotisme bagi pemuda.

The Scout Movement in the Special Region of Yogyakarta has a long history from its establishment in 1961 until 1998. This study aims to explain the development of the Scout Movement in Yogyakarta within this period and analyze its contributions to youth and society. The research employs a historical method comprising heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data was collected through literature studies, archival document analysis, and interviews with prominent Scout figures in Yogyakarta.

The Scout Movement in Yogyakarta experienced significant growth through various training programs and social activities, such as expeditions, community service, and character education. Additionally, the movement played a crucial role in fostering leadership and nationalism among the youth. The existence of the Scout Movement was also influenced by national political dynamics, particularly the New Order policies that leveraged scouting as a tool for education and national development. The Scout Movement in Yogyakarta functioned as a youth organization and a platform for character-building and patriotism.

Kata Kunci : Gerakan Pramuka, sejarah kepanduan, Yogyakarta, organisasi kepemudaan, nasionalisme.

  1. S1-2025-460082-abstract.pdf  
  2. S1-2025-460082-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-460082-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-460082-title.pdf