Understanding the Barries in learning Mandarin
YOVITA, Fransisca, Drs. Koentjoro, MBSc.,Ph.D
2004 | Tesis | S2 PsikologiPenelitian ini dilaksanakan untuk memahami hal-hal yang menjadi hambatan dalam belajar bahasa Mandarin. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui: pertama, hambatan-hambatan yang dialami oleh para murid dalam belajar bahasa Mandarin dan mengapa hambatan-hambatan ini timbul. Kedua, bagaimana cara para murid sendiri mengatasi hambatan-hambatan yang mereka alami dalam belajar dan yang terakhir, apa pendapat dan pandangan para murid untuk mengembangkan pembelajaran bahasa Mandarin yang lebih efektif di kemudian hari. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan 2 metode, yakni metode observasi dan metode wawancara. Observasi dilakukan di dalam kelas bahasa Mandarin dimana akan dilaksanakan 2 kali pada tiap tempat kursus bahasa Mandarin di Jogjakarta. Tujuan dari observasi kelas ini adalah untuk mengetahui aktivitas belajar bahasa Mandarin dalam kelas untuk dapat melihat materi-materi bahasa Mandarin yang diberikan dan untuk melihat hubungan guru-murid dalam aktivitas belajar (kedua hal tersebut ada kaitannya dengan hambatan-hambatan yang dialami murid). Wawancara dilaksanakan setelah observasi kelas selesai. Wawancara juga dilakukan pada para guru bahasa Mandarin untuk mengetahui informasi tentang belajar Mandarin. 13 murid bahasa Mandarin dan 3 guru bahasa Mandarin berpartisipasi dalam studi ini. Data yang diperoleh akan dianalisis dan diinterpretasi secara kualitatif. Hasil studi ini menunjukkan bahwa para murid bahasa Mandarin mengalami hampir semua aspek hambatan dalam belajar, seperti misalnya kurang adanya rasa percaya diri dalam belajar Mandarin. Ada beberapa hal lain yang muncul ketika murid kurang percaya diri, yakni takut melakukan kesalahan, tidak memiliki keterbukaan pikiran pada materi yang kompleks, dan berasumsi bahwa belajar bahasa Mandarin adalah hal yang sulit. Hambatan-hambatan lainnya yakni murid cenderung ‘mengorbankan’ aktivitas belajar bahasa Mandarin mereka ketika sedang sibuk dengan aktivitas utamanya, lalu hambatan lain seperti tidak adanya kesempatan bagi para murid untuk belajar bahasa Mandarin di lingkungan sekitar. Kebanyakan murid memang mengaku tertarik untuk belajar bahasa Mandarin tetapi pada kenyataannya, kebanyakan kurang memiliki persistensi dalam belajar. Hanya sedikit dari para murid tersebut yang memiliki cara mereka sendiri untuk mengatasi hambatan belajar mereka dan banyak dari para murid tidak melakukan sesuatu hal untuk mengatasi hambatannya. Beberapa hambatan dalam belajar Mandarin membutuhkan perhatian yang lebih dari para guru Mandarin dan juga tempat kursus Mandarin karena murid tidak akan mampu dengan sendirinya mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini memberikan kesempatan yang terbuka bagi para peneliti selanjutnya untuk mengembangkan metodenya dan memanfaatkan data kuantitatif sebagai hasil dari metode kuesioner untuk mengetahui lebih banyak mengenai hambatan-hambatan dalam belajar bahasa Mandarin
This study sets out to understand the barriers in Mandarin learning. This study aims to find out: first, the barriers learners experienced in learning Mandarin and why these barriers emerged. Second, how the learners of Mandarin encounter their learning barriers and finally, what learners think in developing a more effective Mandarin learning in the future. The data was collected using two methods of data gathering, they were: observations and the interviews. The observations were carried out two times in each two Mandarin courses in Jogjakarta and it aimed to find out the Mandarin learning activities in the classroom that were useful to see the Mandarin materials given and to see the learners-teacher relationship in the classroom learning (these were connected to the barriers that learners experinced). The interviews were carried out after the second classroom observations. The interviews with the teachers of Mandarin also conducted to find more information about Mandarin learning. 13 Mandarin learners and 3 Mandarin teachers participated in this study. The data then analyzed by the descriptive analysis of the qualitative data. The results of this study showed that Mandarin learners experinced almost all aspects of learning barriers, such as not having enough confidence in Mandarin learning. There were other things that followed when learners were not confident enough, they were: afraid of making mistakes, did not have an open-mindedness to complex materials, and did assume that learning Mandarin was difficult. Another learning barriers were that learners tended to ‘sacrifice’ their Mandarin learning when they were busy with their major activities and a barrier such as no chance for learners to learn in the neighbourhood. Most learners were interested in Mandarin learning but in fact, they were mostly not persistence in learning. Only few learners had their own ways to encounter their learning barriers but many of them did not anything to encounter it. Some learning barriers needed more attention from the Mandarin teachers and also Mandarin courses because learners could not encounter some of the barriers by themselves. This study enables to develop suggestions to make use of quantitative data using the methods of questionnaires to find more various barriers in Mandarin learning
Kata Kunci : Psikologi Pendidikan,Hambatan Belajar,Bahasa Mandarin