An Analysis of Translation Procedures in Translating Cultural Terms in Kim Novel by Rudyard Kipling
Titis Bella Ramadhani, Dr. Adi Sutrisno, M.A.
2025 | Skripsi | SASTRA INGGRIS
Skripsi ini mengkaji istilah-istilah budaya yang terdapat dalam novel Kim dan prosedur penerjemahannya dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini mengambil data dari teks asli bahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia, dengan fokus pada kalimat-kalimat yang mengandung istilah budaya. Hasil dari skripsi ini menunjukkan bahwa terdapat 202 istilah budaya yang ditemukan. Dari 202 istilah tersebut, 67 (33,17%) diklasifikasikan ke dalam kategori organisasi, adat istiadat, dan ide, 59 (29,21%) ke dalam kategori budaya material/artefak, 48 (23,76%) ke dalam kategori budaya sosial, 22 (10,89%) ke dalam kategori ekologi, dan 6 (2,97%) ke dalam kategori gestur dan kebiasaan. Mengenai prosedur penerjemahan, hasil menunjukkan bahwa meminjam merupakan prosedur yang paling banyak digunakan, yaitu pada 132 (70,97%) istilah. Prosedur lain termasuk calque pada 12 (6,45%) istilah, terjemahan harfiah pada 15 (8.06%) istilah, transposisi pada 2 istilah (1,08%), modulasi pada 25 (13,44%) istilah, kesepadanan pada 8 istilah (4,30%) istilah, dan adaptasi pada 8 (4,30%) istilah. Hal ini menunjukkan bahwa peminjaman adalah prosedur yang paling sering digunakan dalam menerjemahkan istilah-istilah budaya dalam novel ini, yang merupakan indikasi tujuan penerjemah untuk mempertahankan keaslian budaya, namun juga menunjukkan kurangnya keterlibatan dengan strategi kesepadanan antar budaya.
This research paper examines the cultural terms found in the novel Kim and their translation procedures in Indonesian. The study draws its data from both the original English text and its Indonesian translation, focusing on sentences that contain cultural references. The result shows that there are 202 cultural terms found. Out of these 202 terms, 67 (33.17%) were classified as belonging to organisations, customs, and ideas category, 59 (29.21%) to the material culture/artefacts category, 48 (23.76%) to the social culture category, 22 (10.89%) to the ecology category, and 6 (2.97%) to the gestures and habits category. Regarding translation procedures, the analysis reveals that borrowing is the predominant procedure, applied to 132 terms (70.97%). Other procedures include calque in 12 (6.45%) terms, literal translation in 15 (8.06%) terms, transposition in 2 (1.08%) terms, modulation in 25 (13.44%) terms, equivalence in 8 (4.30%) terms, and adaptation in 8 (4.30%) terms. This shows that borrowing is the most frequently used procedure in translating cultural terms in this novel which is an indicative of the translator’s intention to maintain cultural authenticity, but also indicative of a lack of engagement with intercultural equivalence strategies.
Kata Kunci : cultural terms, translation procedure, translation, Kim, borrowing