The Effect of Massive Electronic Payment on Money Demand in Indonesia: Analysis of Autoregressive Distributed Lag (ARDL) Method
Devina Savana Putri, Sekar Utami Setiastuti, S.E., M.Sc., Ph.D
2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Perkembangan pesat teknologi telah menjadikan pembayaran elektronik sebagai instrumen pengganti pembayaran tradisional menggunakan uang kertas. Selain itu, jumlah uang elektronik yang beredar di Indonesia terus bertambah sehingga perlu dilakukan analisis untuk mengetahui pengaruhnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan uang elektronik terhadap jumlah permintaan uang (M1) di Indonesia selama tahun 2013-2024. Analisis dua model utama memanfaatkan data bulanan sampai Juni 2024 dan estimasi forecast menggunakan data Juli sampai September 2024 dengan mengaplikasikan metode ARDL bounds testing. Terdapat hubungan kointegrasi antara variabel permintaan uang dengan indeks produksi industri, suku bunga, suku bunga asing, uang elektronik, harga saham, dan indeks harga konsumen. Variabel uang elektronik memiliki hubungan negatif terhadap permintaan uang dengan setiap kenaikan 1% pada uang elektronik, permintaan uang akan menurun sekitar 0,06?lam jangka panjang. Fungsi permintaan uang dengan memasukkan variabel uang elektronik mempunyai kemampuan memprediksi M1 lebih baik daripada fungsi permintaan uang tanpa variabel uang elektronik. Temuan tersebut juga konsisten terhadap lima skenario robustness check pada 1, 3, dan 6 bulan horizon waktu forecast.
Rapid technological advances have made electronic payments a substitute instrument for traditional payments using paper money. Moreover, the amount of electronic money circulating in Indonesia is always increasing so it is necessary to conduct an analysis to determine its influence. Therefore, this study aims to analyze the effect of electronic money usage on the amount of money demand (M1) in Indonesia during 2013-2024. The analysis of two main models utilizes monthly data until June 2024 and forecast estimates use data from July to September 2024 by applying the ARDL bounds testing method. There is a cointegration relationship between the money demand variable and the industrial production index, interest rates, foreign interest rates, electronic money, stock prices, and the consumer price index. The electronic money variable has a negative relationship on money demand with every 1% increase in electronic money, money demand will decrease by around 0.06% in the long run. The money demand function by including electronic money variable has a better ability to predict M1 than the money demand function without electronic money variable. The findings are also consistent with the five robustness check scenarios at 1, 3, and 6 months of forecast time horizon.
Kata Kunci : payment system innovation, money demand, electronic money, ARDL, forecasting money demand