Laporkan Masalah

Kajian spasial dan temporal penyakit demam berdarah di kabupaten Sleman

Anton Budi Nugroho, Drs. R. Rijanta, M.Sc.

2006 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Saat ini penyebaran penyakit demam berdarah sudah sampai ke daerah pedesaan. Kabupaten Sleman merupakan salah satu daerah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD), sehingga setiap tahun dapat dipastikan adanya kasus DBD. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola spasial dan temporal penderita demam berdarah di Kabupaten Sleman, dan mengetahni faktor yang berpengaruh terhadap serangan demam berdarah. Penelitian ini menggunakan metode survais dengan teknik analisa peta dan korelasi, dan disajikan dengan deskriptif analitik. Data yang dikumpulkan adalah data penderita di setiap desa dan setiap bulan selama tahun 2000 hingga tahun 2004. Hasil menunjukkan bahwa kejadian DB dari tahun ke tahun meningkat dan telah menyebar ke seluruh wilayah Sleman, Telah terjadi penyebaran dari wilayah pinggiran kota Yogyakarta menuju wilayah lain di Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus DB lebih banyak terjadi pada akhir musim hujan hingga awal kemarau, Perkembangan nyamuk terjadi pada saat kelembaban udara meningkat dan genangan timbul disebabkan oleh hujan. Curah hujan tidak mempunyai hubungan dengan kasus demam berdarah. Terdapat hubungan yang cukup signifikan antar kasus dengan kepadatan peridnduk. Pada daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, kemungkinan orang tergigit oleh nyamuk adalah besar.

Dengue Hemorrhage Fever (DHF) disease is a serious problem in Indonesia. Recently, DHF disease has spread through the rural areas. As an endemic area of DHF, annually, there is a certainty of DHF cases in Sleman. The research aims at finding the spatial and temporal pattern of DHF sufferers especially those in Sleman regency and knowing the influential factor in DHF attack. The research using survey method, by correlation and map analysis and represented using analitycal description method. Applicated data is gathered from the sufferers' numbers in Each village in each month, during year 2000 until 2004. The result of the research shows that DHF case is increasing every year and expanding all over Sleman regency. This spread occurs from outskirts Yogyakarta city towards other area in Sleman mainly in the last of rainy season up to the early of dry season. Population increasing of mosquitos happen at increasing humidity and flooded are caused by rainfall. There is no relationship between DHF cases with rainfall. The researcher found that there is a significant relationship between the DHF cases with die population density. Regarding the limitation of mosquitos’ physical ability, it is high possibility of people to be bitten in high population density areas.

Kata Kunci : Demam berdarah,Kajian spasial,Kajian temporal,Sleman,DIY

  1. S1-2006-119301-Anton_Budi_Nugroho-abstract.pdf  
  2. S1-2006-119301-Anton_Budi_Nugroho-bibliography.pdf  
  3. S1-2006-119301-Anton_Budi_Nugroho-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2006-119301-Anton_Budi_Nugroho-title.pdf