Laporkan Masalah

Pemetaan kerentanan banjir pada kawasan permukiman di kota Yogyakarta menggunakan citra ikonos-2 dan Sistem Informasi Geografis

Dodi Rahratmoko, Dr. Totok Gunawan, M.S.; Drs, Sudaryatno, M.Si.

2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini membahas tentang kerentanan banjir kota di kota Yogyakarta. Dengan luas wilayah 32,65 km2 sebagai pemerintahan pusat kota sangat sesuai dilakukan studi tentang banjir. Tujuan penelitian ini adalah menentukan tingkat kerentanan banjir kota mendasarkan pada parameter fisik lahan yang berupa kemiringan lereng, saluran drainase, penggunaan lahan kota yang diolah dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer terdiri dari penggunaan lahan kota, keteraturan permukiman, kerapatan saluran yang berasal dari interpretasi citra IKONOS dan data hasil pengamatan lapangan yang berupa frekuensi, kedalaman, dan lama genangan banjir. Data sekunder berasal dari Bappeda Kota Yogyakarta yang berupa peta saluran drainase, peta topografilkontur dengan interval kontur 2,5 m. Teknik yang digunakan adalah pengskoran melalui overlay dari peta lereng, peta keteraturan permukiman, peta penggunaan lahan kota dan peta kerapatan saluran. Sebelum dilakukan overlay untuk menghasilkan Peta Kerentanan Banjir Kota, terlebih dahulu ditentukan faktor penimbang setiap parameter. Penentuan faktor penimbang didasarkan atas berapa besar pengaruh suatu parameter terhadap kerentanan banjir kota. Pengolahan, manipulasi dan analisis data untuk perhitungan kerentanan banjir kota menggunakan SIG, oleh karena itu peta hasil interpretasi citra satelit yang masih berupa data grafts harus diubah terlebih dahulu menjadi data digital untuk dapat dilakukan pemrosesan dengan SIG. Untuk mengecek kebenarannya uji pengamatan lapangan dilakukan untuk mendapatkan data frekuensi, kedalaman dan lama banjir genangan dari wawancara. Peta Kerentanan Banjir Kota hasil proses SIG didapatkan 5 klas kerentanan yaitu tidak rentan dengan luas 0,76 km2 (2,35%), kurang rentan dengan luas 1,62 km2 (5,02%), rentan sedang dengan luas 66,32 km2 (19,57%), rentan dengan luas 8,92 km2 (27,62%), dan sangat rentan dengan luas 14,89 km2 (45,45%). Analisis dilakukan dengan cara membandingkan Peta Kerentanan Banjir Kota dengan Peta Sebaran Banjir genangan dari Dinas Prasarana Kota Yogyakarta, dan dengan data hasil pengamatan lapangan. Analisis dilakukan untuk mendapatkan data kerentanan banjir kota yang lebih akurat.

This study disccuss the urban flood susceptibility in Yogyakarta city. With approximately of 32,65 km2 width area, and as the capital of the province, the city is very suitable for the flood study. The purposes of this study is to decide the urban flood susceptibility level based on the land physically parameter such as slope, drainage density, urban landuse that is processed by geographic information system. The data that being use are primary and secondary data. Primary data consist of the urban landuse, and drainage density as the result from lKONOS imagery interpretation, and the fieldwork data which are frequency, depth and the duration of the flood. The secondary data is from Regional Planning and Development Work Office of Yogyakarta which as drainage map and contour map with contour interval 2,5 m. This study is using scoring technique by overlay from a slope map, landuse map, and drainage density map. Before overlaying to get the urban flood susceptibility map, score and weight factor of these parameters has been determined. The determine of weight factor it depend on how far the parameter influence urban flood susceptibility. The processing, manipulation, and data analysis for the urban flood susceptibility counting is using geographic information system, therefore the map from the satellite imagery interpretation which is still a graphical data, has to be transformed first into a digital data. To check its correctness, fieldwork is done to get flood characteristic data, which are frequency, depth and duration of flood, by using interview. The urban flood susceptibility map as the result of geographic information system process is devided into 5 susceptibility level, which are : unsusceptibility with 0,76 km2 (2,35 %) wide, less susceptibility with 1,62 km2 (5,02 %) wide, middle susceptibility with 6,32 km2 (19,57 %) wide, susceptibility with 8,92 km2 (27,62 %) wide, and very susceptibility with 14,89 km2 (45,45 %) wide. The analysis is done by comparing urban flood susceptibility map with the flood distribution map from the Infrastructure Urban Agency, also with the data from the fieldwork. This analysis is done to get more accurate urban flood susceptibility data.

Kata Kunci : Kerawanan banjir, Citra Ikonos 2,Sistem informasi geografis,Kota Yogyakarta,DIY,Permukiman

  1. S1-2005-122385-Dodi_Rahmatmoko-abstract.pdf  
  2. S1-2005-122385-Dodi_Rahmatmoko-bibliography.pdf  
  3. S1-2005-122385-Dodi_Rahmatmoko-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2005-122385-Dodi_Rahmatmoko-title.pdf