Karakteristik fisik pantai dan pesisir Sukamade dan Bandealit sebagai habitat bertelur penyu hijau (Chelonia mydas) di Taman Nasional Meru Betiri Jawa Timur
Dian Hikmawati, Dr. Sunarto, M.S.
2005 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik oseanografi Pantai Sukamade dan Bandealit, mengetahui karakteristik bentuklahan yang membedakan antara Pantai dan Pesisir Sukamade dan Bandealit serta mengetahui karakteristik fisik pantai dan pesisir yang menjadi habitat bertelur bagi Penyu Hijau (Chelonia mydas) di Taman Nasional Meru Betiri Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei geomorfologi yaitu meliputi tahap persiapan, pengukuran dan pengambilan sampel di lapangan serta analisis data di laboratorium. Data yang digunakan berupa data primer serta sekunder. Data primer meliputi arah dan kecepatan angin, periode gelombang, kecepatan arus, sedimen pantai, ukuran butir pasir, suhu pasir, jenis vegetasi pantai, lokasi sarang telur, serta foto terestrial. Data sekunder meliputi data oseanografis yaitu gelombang, arus, angin, pasang surut, serta data yang berkaitan dengari habitat bertelur penyu yaitu vegetasi, pH tanah, dan lokasi sarang telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai dan Pesisir Sukamade dan Bandealit memiliki beberapa perbedaan yang menjadi faktor bertelurnya Penyu Hijau. Kondisi oseanografis Pantai Sukamade lebih mendukung peneluran bagi Penyu Hijau dengan bentuk pantai terbuka yang relatif lures dan menghadap ke samudra. Kecepatan angin, gelombang serta arus di Pantai Sukamade relatif lebih besar dibanding Pantai Bandealit sehingga memudahkan pendaratan Penyu Hijau untuk bertelur. Bentuk pantai dengan kelerengan datar hingga landai pada Pantai Sukamade memudahkan pergerakan Penyu menuju pesisir untuk bertelur. Bentuklahan yang menjadi lokasi bertelur adalah beting gisik yang memiliki vegetasi khususnya Pandan. Jenis pasir pada Pantai Sukamade yaitu pasir kuarsa berwarna putih kecokiatan dengan ukuran butir halus hingga sedang. Sebagai lokasi pembanding, Pantai dan Pesisir Bandealit yang jarang sekali menjadi tempat bertelur Penyu memiliki karakteristik yang berbeda. Bentuk pantai Bandealit berupa teluk yang menjorok ke daratan dengan kelerengan lebih curam dibanding Pantai Sukamade. Bentuk pantai yang berupa teluk dengan nilai kecepatan angin, gelombang serta arus yang lebih kecil menghambat pergerakan Penyu untuk mendarat. Lebar gisik yang dimiliki Pantai Bandealit lebih sempit dibandingkan Pantai Sukamade sehingga gangguan ombak bagi sarang telur sangat besar. Adanya faktor pasir dengan warna abu-abu kehitaman dan ukuran butir sedang hingga sangat kasar dan vegetasi yang cenderung lebih jarang makin menghambat keberhasilan peneluran. Selain faktor-faktor di atas, penggunaan kawasan pantai oleh manusia di Pantai Bandealit mengganggu keaslian pantai dan menjadi gangguan bagi Penyu untuk mendarat, sedangkan Pantai Sukamade merupakan kawasan wisata khusus sehingga kerusakan pantai akibat ulah manusia dapat dieliminasi. Penyu Hijau merupakan satwa langka yang makin hari populasinya makin berkurang, tindakan konservatif mencegah kerusakan pada pantai-pantai dengan karakteristik serupa hendaknya dapat membantu meningkatkan perkembangbiakan Penyu Hijau.
Aims of this research are : 1). to know oceanographical characteristics of The Sukamade and Bandealit coastal area, 2). to distinguish landscape characteristics between the Sukamade and Bandealit coastal area, and 3). to know the physical characteristics of beach and coast which is chosen as Green Turtles's (Chelania mydas) habitat for laying their eggs in the Meru Betiri National Park, East Java. This research used survey method, included the preparation step, field measurement, sampling and data analysis in laboratory. Data which were used are primary and secondary data. Primary data consist of wind speed and direction, wave period, stream speed, beach sediment, sand grain size, sand temperature, vegetation, turtle's nesting area, and photograph. Secondary data consist of oceanography data which are wave, stream, wind, tidal and supported data about turtle's nesting habitat which are vegetation, pH, and nesting area. The results of this research shows that there are some differences between the Sukamade and Bandealit beach and coast which support Green Turtles to lay their eggs. The Sukamade beach condition which has straight open beach shape towards Hindia Ocean supports Green turtles's eggs laying. Wind, wave and stream speed on the Sukamade beach relatively higher than those on Bandealit so that help Green Turtles to land for laying eggs. Beach shape with flat slope make Green Turtles easier to reach the Sukamade coast to lay eggs. The landscape chosen for laying eggs is beach ridge with vegetation especially Pandanus. The Sukamade beach consists of brown-white quarst sand with fine to moderate grain size. As a comparison location, the Bandealit beach and coast which rarely been habitat for Green Turtles to lay eggs, have a different characteristics. Bandealit is a bay which stick out to coast and has steeper slope than Sukamade. The Bandealit Bay, with lower wind, wave and stream speed, delays the movement of Green Turtles to reach the beach. The beach of Bandealit is narrower than on Sukamade, so that the risk of wave disturbance is very high. A factor from sand, with grey-black colour, moderate to coarse graticule size, and rare vegetation, enhance the delay for Green Turtles to nest eggs. Beside factors above, land using of man on the Bandealit beach influence the beach originality and make disturbance for Green Turtles's landing, whereas the Sukamade beach is a special tourism zone so that disturbance coming from man can be eliminated. Green Turtles are endangered reptile which their population is lower day by day, conservative action to prevent beach degradation may enhance Green Turtles's reproduction.
Kata Kunci : pantai, pesisir, Penyu hijau, habitat bertelur,Karakteristik pantai,beach, coast, Green turtle, nesting habitat,Banyuwangi,Jember,Jawa Timur