Laporkan Masalah

Tindak Tutur Ujaran Kebencian Penggemar Sepak Bola dalam Utas Spectre pada Forum Kaskus

Zaka Syauqi Muhammad, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A.

2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Ujaran kebencian merupakan fenomena yang semakin marak di media sosial, termasuk di platform Kaskus pada utas "spectre", yang dikhususkan untuk fanatisme sepak bola. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis tindak tutur, strategi tutur, dan fungsi ujaran kebencian yang terdapat dalam utas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatik untuk memahami bagaimana ujaran kebencian beroperasi dan mempengaruhi interaksi sosial. Data dikumpulkan dari utas "spectre" selama periode 2021/2022, menggunakan teknik pengamatan langsung dan pencatatan. Analisis dilakukan dengan metode padan pragmatis untuk mengidentifikasi reaksi mitra tutur terhadap ujaran kebencian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujaran kebencian di utas "spectre" sering kali mengandung penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, dan provokasi. Tindak tutur yang ditemukan mencakup lokusi, ilokusi, dan perlokusi, dengan strategi tutur yang bervariasi, seperti eksplisit, implisit, langsung, tidak langsung, literal, dan nonliteral. Ujaran kebencian tidak hanya mengekspresikan emosi negatif tetapi juga berpotensi memicu konflik dan mempengaruhi opini publik. Strategi tutur yang digunakan sering kali bersifat tidak langsung, memungkinkan penutur menghindari tanggung jawab langsung sambil tetap mencapai tujuan komunikasi. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang dinamika komunikasi di platform digital dan menekankan perlunya pendekatan yang lebih efektif dalam menangani ujaran kebencian. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang fenomena ujaran kebencian dalam kajian pragmatik dan linguistik sosial, serta menawarkan perspektif baru untuk strategi pencegahan dan penanganannya di media sosial.

Hate speech is an increasingly prevalent phenomenon on social media, including on the Kaskus platform in the "spectre" thread, which is dedicated to football fanaticism. This study aims to analyze the types of speech acts, speech strategies, and functions of hate speech found in the thread. The research employs a pragmatic approach to understand how hate speech operates and influences social interactions. Data were collected from the "spectre" thread during the 2021/2022 period using direct observation and note-taking techniques. Analysis was conducted using the pragmatic equivalence method to identify the responses of interlocutors to hate speech. The results indicate that hate speech in the "spectre" thread often contains insults, defamation, blasphemy, and provocation. The speech acts identified include locutionary, illocutionary, and perlocutionary acts, with varied speech strategies such as explicit, implicit, direct, indirect, literal, and nonliteral. Hate speech not only expresses negative emotions but also has the potential to incite conflict and influence public opinion. The speech strategies used are often indirect, allowing speakers to avoid direct responsibility while still achieving their communicative goals. This research provides important insights into the dynamics of communication on digital platforms and emphasizes the need for more effective approaches to addressing hate speech. These findings contribute to a deeper understanding of the phenomenon of hate speech in the study of pragmatics and sociolinguistics, and offer new perspectives for prevention and management strategies on social media.

Kata Kunci : Ujaran Kebencian, Media Sosial, Pragmatik, Tindak Tutur, Kaskus

  1. S1-2025-430913-abstract.pdf  
  2. S1-2025-430913-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-430913-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-430913-title.pdf