Keberlanjutan Penyediaan Beras di Jakarta dalam Pendekatan Collaborative Governance
Ninda Ayu Pratiwi, Dr. Phil. Ag Subarsono, M.Si., M.A. ; Novi Paramita Dewi, S.IP., M.D.P., Ph.D ; Alvi Syahrina, S.T., M.Sc.
2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Di dalam penelitian ini memuat bahasan seputar dinamika yang menyertai proses keberlanjutan kerja sama penyediaan beras yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Peneliti mengupas faktor-faktor di dalamnya menggunakan pendekatan collaborative governance yang dibawakan Johnston, E. W., Hicks, D., Nan, N., & Auer, J. C. (2010) meliputi beberapa dimensi seperti komitmen bersama, desain institusional, dan kepemimpinan. Sebagaimana yang tidak dimuat pada literatur-literatur terdahulu, peneliti menduga adanya dimensi faktor eksternal.
Dengan mengadopsi pendekatan kualitatif, eksplorasi dijalankan menggunakan teknik wawancara semi-struktural sebagai sumber data primer yang turut didukung sumber data sekunder. Beberapa narasumber yang berhasil diidentifikasi berdasarkan snowball sampling di antaranya pemerintah, semi-pemerintah, dan mitra penyedia beras. Pengumpulan data sekunder berupa regulasi dan beberapa informasi yang dirasa kurang lengkap itu dikumpulkan melalui situs resmi yang terbuka untuk publik.
Melalui penelitian ini dapat membuktikan adanya kesinambungan di antara dunia teoritis dan praktis meliputi: (1) Kapabilitas PT FSTJ dan PD ASH Jaya dalam merealisasikan daya tawar dan belinya mampu memupuk kepercayaan; (2) Mekanisme operasional dijamin oleh dukungan regulasi yang menjelaskan pembagian peran terhadap keterlibatan para pihak; (3) Pengaruh visi pemimpin daerah dalam memberikan instruksi tidak secara langsung mempengaruhi; dan (4) Keadaan alam yang tidak menentu dan persaingan kemitraan yang dimiliki PT FSTJ dikhawatirkan menjadi bom waktu yang dapat mengancam. Dengan begitu, penelitian ini merekomendasikan penyegeraan PKS di antara Pemprov DKI Jakarta dan Jawa Barat guna mengeratkan ikatan kerja sama penyediaan beras yang telah ada.
This study discusses the dynamics surrounding the sustainability of the rice supply collaboration conducted by the Provincial Government of DKI Jakarta. The researcher examines the contributing factors using the collaborative governance approach introduced by Johnston, E. W., Hicks, D., Nan, N., & Auer, J. C. (2010), which encompasses dimensions such as shared commitment, institutional design, and leadership. Beyond the existing literature, the researcher hypothesizes the presence of external factors as an additional dimension.
Adopting a qualitative approach, the exploration was carried out using semi-structured interviews as the primary data source, supported by secondary data. informants identified through snowball sampling included government entities, semi-government agencies, and one of rice supply partners. Secondary data, including regulations and supplementary information, were gathered from publicly accessible official websites.
This study demonstrates the alignment between theoretical and practical dimensions, highlighting the following: (1) The capability of PT FSTJ and PD ASH Jaya to realize their bargaining and purchasing power fosters trust; (2) Operational mechanisms are supported by regulations that define roles and responsibilities among stakeholders; (3) The influence of regional leaders' visions indirectly impacts the process; and (4) Uncertain natural conditions and competition in partnerships faced by PT FSTJ could become a ticking time bomb threatening sustainability. Therefore, this study recommends accelerating the PKS between the Provincial Governments of DKI Jakarta and West Java to strengthen the existing collaboration on rice supply.
Kata Kunci : Collaborative Governance, Ketahanan Pangan, Penyediaan Beras, Perjanjian Kerja Sama (PKS)