Laporkan Masalah

Pengujian Konsentrasi Hambat dan Bunuh Minimum Ekstrak Buah Markisa Kuning (Passiflora edulis f. flavicarpa O.deg) Terhadap Bakteri Streptococcus sanguinis ATCC 10556

Muhammad Hauzan, Prof. Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D.; Dr. drg. Alma Linggar Jonarta, M.Kes.

2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER GIGI

Bakteri Streptococcus sanguinis merupakan bakteri komensal yang tersebar luas dalam rongga mulut dan dilaporkan sebagai salah satu mikroorganisme rongga mulut yang membentuk koagregasi dengan F. nucleatum. Buah markisa kuning menunjukkan berbagai macam sifat farmakologis dan mengandung sanyawa fitokimia kompleks. Kandungan buah markisa seperti senyawa alkaloid, lutelion, bakteriosin memiliki sifat antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan daya antibakteri ekstrak buah markisa kuning terhadap pertumbuhan bakteri S. sanguinis ATCC 10556.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Agar diffusion assay. Buah markisa diekstrak dan dibuat menjadi 12 konsentrasi melalui serial dilusi dari konsentrasi 12,5% hingga 0,02% yang kemudian dilakukan uji MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan MBC (Minimum Bactericidal Concentration) untuk melihat melihat aktivitas anti bakteri.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MIC adalah sebesar 6,25?n MBC pada bakteri S. sanguinis ATCC 10556 sebesar 6,25%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak buah markisa kuning menunjukkan daya antibakteri terhadap bakteri S. sanguinis ATCC 10556.

Streptococcus sanguinis bacteria are commensal bacteria that are widely distributed in the oral cavity and are reported as one of the oral microorganism that form coaggregation with F. nucleatum. Yellow passion fruit shows various pharmacological properties and contains complex phytochemical compounds. Passion fruit content such as alkaloid compounds, lutelion, bacteriocin have antibacterial properties. The purpose of this study was to determine the comparison of antibacterial effect of yellow passion fruit extract on the growth of S. sanguinis ATCC 10556.

The method in this study was the Agar diffusion assay method. Passion fruit was extracted and made into 12 concentrations through serial dilution from a concentration of 50% to 0.02% which was then tested MIC (Minimum Inhibitory Concentration) and MBC (Minimum Bactericidal Concentration).

The results showed that the MIC value was 6,25% and MBC in S. sanguinis ATCC 10556 bacteria was 6.25%. The conclusion of this study is that yellow passion fruit extract shows antibacterial power against S. sanguinis ATCC 10556 bacteria.

Kata Kunci : Antibakteri, Ekstrak buah markisa kuning, Streptococcus sanguinis ATCC 10556

  1. S1-2025-427253-abstract.pdf  
  2. S1-2025-427253-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-427253-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-427253-title.pdf