Evaluasi Penambahan Ekstrak Makroalga Gelidium sp. sebagai Sumber Fenol dalam Pakan Tinggi Asam Lemak Tidak Jenuh secara In Vitro
Salma Dani Hidayati, Ir. Muhlisin, S.Pt., M.Agri., Ph.D., IPP.
2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN
Senyawa fenol merupakan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam makroalga Gelidium sp. yang berpotensi untuk mengurangi proses biohidrogenasi di dalam rumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak Gelidium sp. sebagai sumber fenol dalam pakan tinggi asam lemak tidak jenuh terhadap kecernaan nutrien, produksi gas, dan profil asam lemak rumen. Gelidium sp. diperoleh dari Pantai Sundak Gunungkidul, dikeringkan dan diekstraksi dengan pelarut metanol 98%, Ekstrak dikeringkan dengan menggunakan freeze dryer hingga diperoleh tepung. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dengan tiga kali ulangan (batch fermentasi) secara duplo. Pakan basal terdiri atas hijauan berupa rumput gajah dan konsentrat dengan perbandingan 60%:40%. Komposisi konsentrat terdiri atas pollard, bungkil kedelai, dan minyak biji bunga matahari dengan perbandingan sebesar 87,5%;7,5%;5%. Konsentrasi ekstrak Gelidium sp. yang digunakan adalah 0%, 1%, 2%, dan 3%. Penelitian ini menggunakan metode produksi gas Menke dan Steinggas (1988) untuk mengamati kinetika produksi gas, aktivitas enzim, dan profil asam lemak rumen serta metode Tilley and Terry (1963) untuk analisis kecernaan in vitro protein kasar (KcPK), serat kasar (KcSK), bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO). Data penelitian dianalisis menggunakan analisis variansi pola searah dna dilanjutkan dengan DMRT jika hasil berpengaruh signifikan (P>0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak Gelidium sp. hingga 3% tidak memberikan perbedaan (P>0,05) terhadap KcBK, KcBO, KcSK, kinetika produksi gas, dan aktivitas CMCase. Penambahan ekstrak Gelidium sp. sebanyak 3?pat menurunkan (P<0>Gelidium sp. mulai 2?pat menurunkan (P<0>Gelidium sp. sebanyak 2% sebagai sumber fenol dalam pakan tinggi asam lemak tidak jenuh mampu memanipulasi biohidrogenasi rumen dengan memproteksi PUFA tanpa mengganggu fermentasi dan kecernaan secara in vitro.
Phenolic compounds are plant secondary metabolite compounds found in Gelidium sp. that have potential to reduce the biohydrogenation process in the rumen. This study aimed to determine the effect of the addition of Gelidium sp. extract as a source of phenol in high unsaturated fatty acid diet on nutrient digestibility, gas production, and rumen fatty acid composition. Gelidium sp. obtained from Sundak Beach Gunungkidul, dried and extracted with 98% methanol solvent. The extract was dried using freeze dryer until became flour. This study used a completely randomized design (CRD) with three replications (batch fermentation) in duplo. The basal diet consisted of elephant grass as forage and concentrate in the ratio of 60%:40%. The concentrate consisted of pollard, soybean meal, and sunflower seed oil in a ratio of 87,5%;7,5%;5%. The concentrations of Gelidium sp. extract used were 0%;1%;2%; and 3%. This study udes the gas production method (Menke and Steinggas, 1988) to observe the kinetics of gas production, enzyme activity, and rumen fatty acid profiles and the Tilley and Terry (1963) method for in vitro digestibility analysis of crude protein (KcPK), crude fiber (KcSK), dry matter (KcBK), and organic matter (KcBO). The data were analysed using CRD nad continued with DMRT if the result had a significant effect (P<0>Gelidium sp. extract up to 3% gave no difference (P>0,05) to KcBK, KcBO, KcPK, KcSK, gas production kinetics, and CMC activity. The supplementation of Gelidium sp. extract up to 3?n significantly reduce KcPK in the rumen dan increase total KcPK, protease activity, methane production, and protozoa count. The supplementation of Gelidium extract starting at 2?n significantly reduce the amount of saturated fatty acids and increase the unsaturated fatty acids in the rumen compared to the control. The conclusion of this study is the supplementation of 2% Gelidium sp. extract as a source of phenol in high unsaturated fatty acid diet is able to modulate rumen biohydrogenation by protecting PUFA without interfering in vitro fermentation and digestibility
Kata Kunci : ekstrak Gelidium sp., fenol, kecernaan nutrien, produksi gas, profil asam lemak, PUFA