Laporkan Masalah

Efektivitas terapi perilaku-kognitif dan dukungan informasional dalam meningkatkan perilaku kesehatan seksual pada narapidana remaja

HASNIDA, Prof.Dr. Sri Mulyani Martaniah, MA

2004 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tritmen terapi perilaku-kognitif dan dukungan informasional dalam meningkatkan perilaku kesehatan seksual pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo. Subjek penelitian adalah narapidana remaja di Lapas Anak Kutoarjo berjumlah sembilan belas. Subjek penelitian diperoleh melalui skrining tes kecerdasan (CPM) dan skrining skala perilaku kesehatan seksual dengan kategori perilaku kesehatan seksual rendah dan sedang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan Skala Perilaku Kesehatan Seksual, lembar pemantauan diri, lembar evaluasi, observasi dan wawancara. Skala Perilaku Kesehatan Seksual digunakan untuk mengungkapkan perubahan yang terjadi setelah pemberian tritmen. Hasil uji t menunjukkan bahwa terapi perilaku-kognitif secara nyata tidak cukup efektif dalam meningkatkan perilaku kesehatan seksual dari kategori rendah dan sedang menjadi perilaku kesehatan seksual kategori tinggi pada narapidana remaja (thitung 0,05). Uji t juga menunjukkan bahwa dukungan informasional secara nyata tidak cukup efektif dalam meningkatkan perilaku kesehatan seksual dari kategori rendah dan sedang menjadi perilaku kesehatan seksual kategori tinggi pada narapidana remaja (thitung< ttabel 2,31 dan p > 0,05). Secara garis besar pemberian perlakuan (terapi perilaku-kognitif dan dukungan informasional) pada kedua kelompok eksperimen tidak cukup berarti untuk mempengaruhi perilaku kesehatan seksual mereka baik pada saat postest maupun followup.

The research was aimed to find out the effectiveness of cognitive-behavior therapy and informational support in promoting sexual health behavior of offenders in Lembaga Pemasyarakatan Anak Kuatoarjo (a prison for children). The subjects of this research were nineteen adolescent offenders of Lembaga Pemasyarakatan Anak Kutoarjo. The subjects were screened with intelligence test (CPM) and Sexual Health Behavior Scale with poor and fair category. Data was collected using The Sexual Health Behavior Scale, self-monitor sheets, evaluation sheets, observation, and interview. The Sexual Health Behavior Scale was used to reveal changes in sexual health behavior after the treatment was given. The results of the t-test showed that cognitive-behavior therapy were not significantly effective in promoting sexual health behavior from poor and fair category into high category (tobtained 0,05). It showed that informational support was not significantly effective enough in promoting sexual health behavior from poor and fair category into high category (tobtained< tcritical 2,31 dan p > 0,05). Overall treatments given (cognitive-behavior therapy and informational support) to both experimental groups did not make any significant change in their sexual health behavior, both in post-test and the follow up stages.

Kata Kunci : Psikologi Klinis,Perilaku Seksual,Terapi Perilaku Kognitif,Narapidana, sexual health behavior, cognitive-behavior therapy, informational support, adolescent offenders


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.