Laporkan Masalah

Kajian Strategi Penghidupan Masyarakat Nelayan Sukses di Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah

Adellia Putri Rachmasari, Dr. Alia Fajarwati, S.Si., M.IDEA.

2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH

Kawasan pesisir dan masyarakat nelayan sering kali identik dengan stigma kawasan kumuh dan masyarakat yang memiliki perekonomian menengah ke bawah. Masyarakat nelayan umumnya mengandalkan sektor-sektor tradisional, seperti perikanan yang sangat rentan terhadap fluktuasi pasar, perubahan iklim, dan eksploitasi sumber daya yang tidak berkelanjutan sehingga membuat mereka terbelenggu dalam kemiskinan. Meskipun demikian, stigma tersebut tidak menyamaratakan seluruh kondisi yang ada di Indonesia, karena terdapat fenomena unik pada Desa Bendar sebagai kampung nelayan yang didominasi oleh klasifikasi juragan nelayan dengan tingkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang tinggi. Keberhasilan Desa Bendar tersebut dikarenakan terjadinya proses transformasi sistem dari nelayan tradisional menjadi modern dengan tahapan periodisasi perkembangan penghidupan yang kompleks. Maka dari itu, guna mendalami fenomena yang terjadi dalam penghidupan masyarakatnya, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi transformasi penghidupan masyarakat nelayan serta menganalisis strategi penghidupan masyarakat nelayan sukses di Desa Bendar saat ini dalam kaitannya dengan peningkatan perekonomian masyarakatnya. 

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melibatkan berbagai informan kunci melalui purposive sampling yang disertai dengan snowball sampling. Kriteria informan kunci yang dipilih meliputi rumah tangga nelayan, berusia 60 tahun ke atas yang telah mengalami transformasi sistem dari nelayan tradisional menjadi modern atau dalam kasus usia tertentu setidaknya telah mengalami proses transformasi tersebut, serta merupakan nelayan dengan kondisi ekonomi yang sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi penghidupan nelayan menjadi sistem nelayan modern dimulai sejak tahun 2015 yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Transformasi ini meningkatkan kepemilikan aset, akses, dan aktivitas ekonomi nelayan. Ketiga aspek penghidupan tersebut juga dapat dilihat kecenderungannya berdasarkan latar belakang pendidikan masyarakat nelayan Desa Bendar yang kemudian mendasari perbedaan strategi penghidupan mereka. Masyarakat nelayan dengan latar belakang pendidikan yang relatif rendah cenderung melibatkan keluarga dalam keuangan, berinvestasi tanpa perencanaan, dan fokus pada perikanan tangkap. Di sisi lain, nelayan yang lebih terdidik memiliki perencanaan usaha yang lebih baik, efisien dalam manajemen risiko, memilih investasi produktif, dan diversifikasi usaha untuk stabilitas ekonomi.

Coastal areas and fishing communities are often associated with the stigma of slums and low-income communities. Fishing communities generally rely on traditional sectors, such as fisheries, which are highly vulnerable to market fluctuations, climate change, and unsustainable resource exploitation, making them suffer in poverty. However, this stigma does not generalise to all conditions in Indonesia, as there is a unique phenomenon in Bendar Village as a fishing village that dominated by the classification of fishing juragan with a high level of economy and community welfare. The success of Bendar Village is due to the process of system transformation from traditional to modern fishermen with complex stages of livelihood development periodisation. Therefore, in order to explore the phenomena occurring in the community's livelihood, this research aims to identify the transformation of the livelihood of the fishing community and analyse the current livelihood strategies of the successful fishing community in Bendar Village in relation to the improvement of the community’s economy.

This research uses a qualitative method by involving various key persons through purposive sampling accompanied by snowball sampling. The criteria for the key informants selected included fisher households, aged 60 years and above who have experienced system transformation from traditional to modern fishing or in the case of certain ages have at least experienced the transformation process, and are the fishermen with very good economic conditions. The results show that the transformation of fishermen's livelihood into a modern fishing system started in 2015, which was influenced by both internal and external factors. This transformation increases asset, access, and economic activities of fishermen. The three aspects of livelihood can also be seen based on the educational background of the fishermen in Bendar Village, which then underlies the differences in their livelihood strategies. Fishing communities with relatively low educational backgrounds tend to involve their families in finances, invest without planning, and focus on capture fisheries. On the other hand, more educated fishermen have better business planning, are efficient in risk management, choose productive investments, and diversify their businesses for economic stability.

Kata Kunci : Transformasi Sistem Nelayan, Nelayan Sukses, Aset, Akses, Aktivitas, Latar Belakang Pendidikan, Strategi Penghidupan

  1. S1-2025-473887-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473887-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473887-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473887-title.pdf