Distribusi keruangan unit aktivitas sektor informal di sekitar pintu masuk utama kota Yogyakarta
Arif Setyawan, Dr. Lutfi Muta'ali, M.T.
2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini mengambil lokasi di sekitar pintu masuk utama Kota Yogyakarta. Keberadaan sektor informal di sekitar pintu masuk utarna Kota Yogyakarta sangat bervariasi, sehingga menimbulkan fenomena yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi karakteristik dan menyusun tipologi unit aktivitas sektor inforrnal yang ada sekitar pintu masuk utama Kota Yogyak.ana, (2) menganalisa kecenderungan pengelompokan dan penyebaran unit aktivitas, (3) membandingkan persebaran unit aktivitas sektor informal baik antar ruang maupun antar waktu, dan (4) menyusun implikasi kebijakan penataan sektor informal di sekitar pintu masuk utama Kota Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei, dengan analisis data berupa analisis statistik deskriptif. Penggunaan analisis ini dimaksudkan untuk menjelaskan hasil penelifian seeara kuantitatif dan kualitatif. Analisis statistik yang digunakan adalah uji beda T-tes sampel independen. Penjelasan secara deskriptif dilakukan berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan, kondisi fisik daerah penelitian, serta data yang bersifat kualitatif. Aktivitas sektor informal mempunyai jenis yang beragam, sehingga untuk rnenyederhanakan dilakukan klasifikasi menjadi tiga tipe unit aktivitas sektor informal, yaitu perdagangan, jasa dan transportasi. Unit aktivitas tipe perdagangan mendominasi di semua pintu masuk, baik siang maupun malam. Tipe perdagangan pada siang hari mengelompok di Jalan Solo dan malarn hari di Jalan Kaliurang. Tipe Jasa pada siang hari mengelompok di Jalan Magelang dan malam hari Jalan Wates. Tipe transportasi pada siang dan malam hari mengelompok di Jalan Imogiri. Antara bagian dalam dan bagian luar pintu masuk utama Kota Yogyakarta tidak terdapat perbedaan kepadatan yang signifikan untuk ke tiga tipe. Perbedaan kepadatan juga tidak terdapat pada tipe perdagangan dan angkutan antara siang dan malam hari. Perbedaan kepadatan antara siang dan malam hari ada pada tipe jasa. Diantara tiga wilayah administrasi, yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul, yang paling baik dalarn penanganan terhadap sektor informal adalah Kota Yogyakarta. Kota Yogyakarta telah mengantisipasi perkembangan sektor informal di wilayahnya dengan mernbuat kebijakan berupa Perda PKL beserta petunjuk pelaksanaannya yang berisi ruas-ruas jalan mana yang diperbolehkan untuk berusaha. Kabupaten Sieman juga telah memiliki Perda yang mengatur keberadaan PKL, akan tetapi belum dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan, sehingga belum jelas ruas-ruas jalan mana yang diperbolehkan untuk berdagang. sedangkan Kabupaten Bantul belum rnemiliki Perda yang mengatur keberadaan diwilayahnya. Berdasarkan fakta di lapangan banyak ditemui hal-hal yang tidak sesuai dengan kebijakan yang telah dibuat, oleh sebab itu periu adanya pengarahan dan penertiban terhadap penyimpangan yang terjadi.
This research is located around the major entrance of Yogyakarta Cily. Existence of informal sector activity's unit around the Yogyakarta City's major entrance is highly varied, with the result that raising phenornenon to be studied This research intends to: (1) indentify characteristic and compile typology of informal sector acfivity unit around the major entrance of Yogyakarta City, (2) analyze the grouping behavior and distribution of activity units, (3) compare the distribution of informal sector activity's unit both space and time, and (4) compilc the policy implication of informal sector arrangement in the research location. The method used in the research is a survey research method, with deseripfive statistical analysis. The use of this analysis are intended to explain the result's research qualitatively and quantitatively. The statistical anlysis was used is a difference test with T-test independent sample. Descriptive explanation is done based on the actual phenomenon in the fieId, the physical condition of the research area, and qualitative data. Informal sector's activity has various type, so in order to make simplicity, the classification was made into three types of informal sector activity's unit, that is commerce transportation and service. Commerce activity's unit type dominated in all entranece, even day or night. Commerce type at day time be in group Jalan Solo and at night time be in group at Jalan Kaliwang. Service type at day time be in group at Jalan Magelang and at night time he in group Jalan Wates. While transportation type at day and night time be in group at Jalan Imogiri There is no significant density's difference between activity's units that located inside and outside the major entrance of Yogyakarta City, for the all three types. The same thing also happens at commerce and transportation type, between day and night tirne. But there is significant density's dilference between day and night time for the service type, which is this type mostly can be found at day time. Yogyakarta City, Bantul Regency. and Sleman Regency are three administmtive areas which included in the research location. Among the locations, Yogyakarta City is the best in managing the informal sector. Yogyakarta City government had anticipated the growth informal seetor in their area by providing policy, which explained in the PKL Regulation and its application procedure. The subtance of this regulation, explains the location of street that allowed for informal seetor activities. Sleman Regency has PKL. Regulation but without any application procedure so that it creates uncertainty in deciding of which location informal sector may exist. Furthermore, Bantul Regency does not have any regulation or procedure for informal sector activities in his area. Based on the observation, there are many activities that not obey the regulation and need to be disciplined
Kata Kunci : Distribusi, Sektor Informal, Kota Yogyakarta,Distribution, Informal Sector, Yogyakarta City,DIY