Pengaruh Waktu Pengeringan Pendahuluan dan Jumlah Perekat Asam Sitrat-Sorbitol terhadap Sifat Papan Untai Bambu Apus (Gigantochloa apus)
FAYZA MAHARANI TINARDY, Prof. Dr. Agr. Sc. Ir. Ragil Widyorini, S.T., M.T., IPU.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Papan untai merupakan produk komposit berupa panel yang merekatkan untai penyusunnya dengan menggunakan perekat. Bambu apus (Gigantochloa apus) sebagai tumbuhan fast growing menjadi bahan alternatif dari kayu dalam pembuatan papan untai. Waktu pengeringan pendahuluan dan jumlah perekat, merupakan hal penting dalam menentukan kadar air mat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara faktor waktu pengeringan pendahuluan dan jumlah perekat terhadap sifat papan untai bambu apus.
Papan untai dibuat dengan ukuran dimensi 25,5 × 25,5 × 1 cm dengan target kerapatan 0,8 g/cm3. Faktor waktu pengeringan pendahuluan menggunakan tiga aras yaitu tanpa pengeringan pendahuluan, 1 jam, dan 2 jam. Faktor jumlah perekat menggunakan dua aras yaitu 7,5?n 10?rdasarkan berat kering untai dengan komposisi asam sitrat-sorbitol 75:25 b/b%. Pengempaan panas dilakukan dengan suhu 200 °C selama 10 menit dengan metode three-step. Pengujian mengacu pada standar JIS A 5908 (2015). Parameter pengujian dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) dua arah dan pengujian lanjut Honestly Significant Difference (HSD).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor waktu pengeringan pendahuluan berpengaruh signifikan pada pengembangan tebal, penyerapan air, dan keteguhan rekat internal, sedangkan faktor jumlah perekat berpengaruh signifikan pada kerapatan dan keteguhan rekat internal. Papan dengan sifat terbaik dihasilkan oleh papan dengan waktu pengeringan pendahuluan 1 jam dan jumlah perekat 10?ngan nilai kerapatan 0,79 g/cm3, kadar air 5,27%, pengembangan tebal 14,25%, penyerapan air 38%, keteguhan rekat internal 1,13 MPa, modulus patah 34,58 MPa, dan modulus elastisitas 4,21 GPa. Semua parameter pengujian sudah memenuhi standar JIS A 5908 (2015) tipe 24.
Oriented Strand Board (OSB) is a composite panel product in which strands are bonded with adhesive. Apus bamboo (Gigantochloa apus) as a fast-growing species, has become an alternative material of wood in manufacture of OSB. Pre-drying time and adhesive content are important points in determining mat moisture content. Therefore, this research aims to determine the effect of interaction between pre-drying time and amount of adhesive on the properties of apus bamboo oriented strand board.
The OSB was manufactured with dimensions of 25.5 × 25.5 × 1 cm and a targeted density of 0.8 g/cm3. The pre-drying time factor had three levels: without pre-drying, 1 hour, and 2 hours. Amount of adhesive factor had two levels: 7.5% and 10?sed on the strand's air-dried weight and the composition of citric acid-sorbitol was 75:25 w/w%. The OSB was hot-pressed at 200 °C for 10 minutes with three-step method. The boards were tested according to the JIS A 5908 (2015) standard. The tested parameters were analyzed using two-way analysis of variance (ANOVA) and further testing of Honestly Significant Difference (HSD) test.
Results showed that the pre-drying time factor significantly affected thickness swelling, water absorption, and internal bonding, meanwhile the adhesive content factor significantly affected density and internal bonding. Best properties were achieved by OSB with 1 hour of pre-drying time and 10?hesive content. which exhibited 0.79 g/cm3 of density, 5.27% of moisture content, 14.25% of thickness swelling, 38% of water absorption, 1.13 MPa of internal bonding, 34,58 MPa of modulus of rupture, and 4.21 GPa of modulus elasticity. All parameters have met the JIS A 5908 (2015) standard type 24.
Kata Kunci : papan untai, waktu pengeringan pendahuluan, jumlah perekat, bambu apus, asam sitrat-sorbitol./oriented strand board, pre-drying time, adhesive content, apus bamboo, citric acid-sorbitol