Laporkan Masalah

Hubungan Usia Ibu Hamil, Berat Badan Ibu, dan Jarak Kehamilan dengan Kejadian Abortus Spontan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2022

Anis Faricha, dr. Anis Widyasari, Sp.OG.; dr. Endah Rahmawati, M.A., Ph.D., Sp.OG.

2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Angka kematian ibu di Indonesia masih tergolong tinggi yakni 189 per 100.000 kelahiran pada tahun 2020. Abortus spontan merupakan salah satu penyebab signifikan kematian ibu yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia ibu, berat badan ibu, dan jarak kehamilan. Namun, hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kejadian abortus spontan masih perlu diteliti lebih lanjut.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu hamil, berat badan ibu, dan jarak kehamilan dengan kejadian abortus spontan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2022.

Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis ibu hamil yang mengalami abortus spontan di RSUP Dr. Sardjito pada periode Januari 2022 hingga Januari 2023. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dilakukan untuk melihat hubungan antara variabel bebas (usia ibu, berat badan ibu, jarak kehamilan) dan variabel luar (riwayat abortus, riwayat penyakit) dengan kejadian abortus spontan.

Hasil: Dari 24 subjek yang memenuhi kriteria inklusi, sebagian besar ibu mengalami abortus inkomplet (66,7%), berusia 20–35 tahun (79,2%), memiliki berat badan normal (58,3%), serta memiliki jarak kehamilan 2–5 tahun (41,7%). Analisis bivariat menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,121), berat badan ibu (p=0,355), dan jarak kehamilan (p=0,173) dengan kejadian abortus spontan. Selain itu, tidak ditemukan hubungan antara riwayat abortus (p=0,066) maupun riwayat penyakit (p=0,430) dengan kejadian abortus spontan.

Kesimpulan: Penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara usia ibu, berat badan ibu, dan jarak kehamilan dengan kejadian abortus spontan. Faktor lain seperti kondisi kesehatan ibu secara keseluruhan, faktor genetik, gaya hidup, dan faktor lingkungan mungkin berperan dalam kejadian abortus spontan sehingga perlu penelitian lebih lanjut dengan cakupan populasi yang lebih luas.

Background: The maternal mortality rate in Indonesia remains relatively high, reaching 189 per 100,000 live births in 2020. Spontaneous abortion is one of the significant causes of maternal death, influenced by various factors, including maternal age, maternal body weight, and pregnancy interval. However, the relationship between these factors and the incidence of spontaneous abortion still requires further investigation.

Objective: This study aims to determine the relationship between maternal age, maternal body weight, and pregnancy interval with the incidence of spontaneous abortion at Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta, in 2022.

Methods: This study is an analytical observational study with a cross-sectional approach, utilizing secondary data obtained from the medical records of pregnant women who experienced spontaneous abortion at Dr. Sardjito General Hospital from January 2022 to January 2023. Bivariate analysis using the Chi-Square test was conducted to examine the relationship between independent variables (maternal age, maternal weight, and pregnancy interval) and external variables (history of abortion and history of disease) with the occurrence of spontaneous abortion.

Results: Among the 24 subjects who met the inclusion criteria, the majority experienced incomplete abortion (66.7%), were aged 20–35 years (79.2%), had normal body weight (58.3%), and had a pregnancy interval of 2–5 years (41.7%). Bivariate analysis showed no significant relationship between maternal age (p=0.121), maternal body weight (p=0.355), and pregnancy interval (p=0.173) with the incidence of spontaneous abortion. Additionally, no significant relationship was found between a history of abortion (p=0.066) or a history of disease (p=0.430) and the incidence of spontaneous abortion.

Conclusion: This study did not find a significant relationship between maternal age, maternal body weight, and pregnancy interval with the incidence of spontaneous abortion. Other factors, such as overall maternal health, genetic factors, lifestyle, and environmental factors, may play a role in spontaneous abortion, necessitating further research with a broader population scope.

Kata Kunci : abortus spontan, usia ibu, berat badan ibu, jarak kehamilan, faktor risiko, keguguran

  1. S1-2025-483054-abstract.pdf  
  2. S1-2025-483054-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-483054-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-483054-title.pdf