Tantangan Sumber Daya Manusia Dalam Penerapan Teknologi Digital di Desa Wisata Tinalah
Muhammad Faiz Reyhan el Adiby Zulqudsie, Runavia Mulyasari, S.Ant., M.A.
2025 | Skripsi | PARIWISATADigitalisasi dalam sektor pariwisata menjadi aspek krusial dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan destinasi wisata, termasuk desa wisata. Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) merupakan salah satu desa wisata yang telah mengadopsi teknologi digital dalam strategi pemasarannya, namun masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek kapasitas sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini mengkaji tantangan dan keberlanjutan digital yang dihadapi pengelola Dewi Tinalah berdasarkan kerangka Digital Competence Framework (European Commission, 2016) dan karakteristik keberlanjutan digital dalam konteks SDM (Stürmer, 2014). Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif eksploratif dengan pendekatan deduktif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi di Dewi Tinalah telah diterapkan secara optimal dalam aspek pemasaran digital melalui media sosial, situs web, dan strategi SEO, tetapi masih terpusat pada satu individu dengan kesenjangan keterampilan digital yang signifikan di antara pengelola. Tantangan utama yang dihadapi meliputi ketimpangan keterampilan digital; ketergantungan pada satu individu; kurangya inisiatif dan partisipasi; kurangnya adaptasi terhadap tren digital; keterbatasan perangkat digital; serta rendahnya kesadaran akan keamanan digital. Penelitian ini turut mengidentifikasi faktor-faktor yang mencerminkan aspek struktural, sosial, dan ekonomi yang dalam hal ini berkontribusi terhadap tantangan yang dihadapi pengelola Dewi Tinalah. Berdasarkan karakteristik keberlanjutan digital dalam konteks SDM, penelitian ini menemukan bahwa penerapan teknologi digital oleh Dewi Tinalah masih bersifat terpusat, terbatas, dan belum inklusif.
Digitalization in the tourism sector plays a crucial role in enhancing the competitiveness and sustainability of tourism destinations, including tourism villages. Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) is one of the tourism villages that has adopted digital technology in its marketing strategies. However, it still faces various challenges, particularly in terms of human resource (HR) capacity. This study examines the challenges and digital sustainability faced by Dewi Tinalah’s management based on the Digital Competence Framework (European Commission, 2016) and digital sustainability characteristics in the HR context (Stürmer, 2014). This research employs a qualitative exploratory method with a deductive approach. Data collection was conducted through observation, semi-structured interviews, and literature review. The findings indicate that digitalization in Dewi Tinalah has been optimally implemented in digital marketing through social media, websites, and SEO strategies. However, it remains highly dependent on a single individual, with a significant digital skills gap among the managers. The primary challenges identified include disparities in digital skills, dependency on one individual, lack of initiative and participation, limited adaptation to digital trends, restricted access to digital devices, and low awareness of digital security. Furthermore, this study identifies structural, social, and economic factors contributing to these challenges. Based on the characteristics of digital sustainability in the HR context, the study concludes that the implementation of digital technology in Dewi Tinalah remains centralized, limited, and not yet inclusive.
Kata Kunci : digitalisasi; kompetensi digital; keberlanjutan digital; pemasaran digital; Dewi Tinalah