Insidensi Infeksi Nosokomial Catheter-Associated Urinary Tract Infection pada Pasien Anak di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta
Krisna Dwi Wicaksono, Prof. dr. Indah Kartika Murni, M.Kes., Sp.A(K), Ph.D.; dr. Sasmito Nugroho, Sp.A(K)
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar belakang: Catheter Associated
Urinary Tract Infection (CAUTI) merupakan salah satu jenis infeksi yang sering
terjadi pada pasien yang dirawat inap di rumah sakit. CAUTI terutama sering
terjadi pada pasien yang membutuhkan kateterisasi kandung kemih, seperti pada
pasien yang mengalami inkontinensia urin, pasien yang menjalani operasi, pasien
yang mengalami kerusakan saraf atau pasien yang mengalami obstruksi saluran
kemih. CAUTI tidak hanya meningkatkan biaya perawatan, tetapi juga
berkontribusi terhadap perburukan prognosis pasien dan peningkatan risiko
kematian. Selain itu, CAUTI juga meningkatkan risiko resistensi antibiotik dan
mengganggu keseimbangan mikrobiota normal dalam tubuh pasien. Beberapa upaya
telah dilakukan untuk mencegah terjadinya CAUTI, seperti dengan memperbaiki
teknik kateterisasi, meningkatkan kebersihan dan sanitasi, serta penggunaan
kateterisasi yang lebih pendek. Namun, masih perlu dilakukan penelitian lebih
lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya
CAUTI dan untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif.
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam mengurangi
terjadinya CAUTI dan meningkatkan kualitas perawatan pasien di rumah sakit.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kejadian infeksi nosokomial Catheter Associated Urinary Tract
Infection pada pasien anak di RSUP Dr. Sardjito.
Metode: Merupakan penelitian
kohort retrospektif dengan data kuantitatif. Data diperoleh dari rekam medis
pasien anak yang didiagnosis infeksi nosokomial Catheter Associated Urinary
Tract Infection yang berusia 1 bulan hingga kurang dari 18 tahun yang dirawat lebih
dari 48 jam di bangsal anak dan PICU di RSUP Dr. Sardjito pada Februari 2016
sampai dengan April 2018.
Kesimpulan: Dari 1651 pasien anak terdapat 73 anak yang mengalami CAUTI. Terdapat perbedaan karakteristik antara pasien anak yang mengalami CAUTI dengan anak yang tidak mengalami CAUTI. Insidensi INOS CAUTI ditemukan sebesar 44 kasus baru per 1000 pasien, sedangkan incidence density ditemukan sebesar 3,95 kasus per 1000 hari rawat inap di bangsal anak dan PICU RSUP Dr. Sardjito.
Background: Catheter Associated Urinary Tract Infection (CAUTI) is one of the most common types of infections in hospitalized patients. CAUTI frequently occurs in patients who require bladder catheterization, such as those with urinary incontinence, surgical patients, individuals with neurological disorders, or patients experiencing urinary tract obstruction. CAUTI not only increases healthcare costs but also contributes to worsening patient prognosis and a higher risk of mortality. Additionally, CAUTI increases the risk of antibiotic resistance and disrupts the balance of the body's normal microbiota. Several efforts have been made to prevent CAUTI, including improving catheterization techniques, enhancing hygiene and sanitation, and reducing the duration of catheter use. However, further research is needed to identify risk factors that contribute to CAUTI and to develop more effective prevention strategies. This study is expected to provide significant contributions in reducing the incidence of CAUTI and improving the quality of patient care in hospitals.
Objective: This study aims to determine the incidence of nosocomial Catheter Associated Urinary Tract Infection in pediatric patients at Dr. Sardjito General Hospital.
Methods: This was a retrospective cohort study using quantitative data. Data were obtained from the medical records of pediatric patients diagnosed with nosocomial Catheter Associated Urinary Tract Infection, aged from 1 month to less than 18 years, who were hospitalized for more than 48 hours in the pediatric ward and PICU of Dr. Sardjito General Hospital from February 2016 to April 2018.
Conclusion: Out of 1651 pediatric patients, 73 were found to have experienced CAUTI. There were differences in characteristics between pediatric patients with and without CAUTI. The incidence of nosocomial CAUTI was found to be 44 new cases per 1000 patients, while the incidence density was 3.95 cases per 1000 inpatient days in the pediatric ward and PICU of Dr. Sardjito General Hospital.
Kata Kunci : Infeksi, nosokomial, kateter, insidensi, anak