Deteksi Bakteri Patogen Multidrug Resistant pada Kotoran Ternak Unggas Desa Condong Catur, Yogyakarta
Sekar Alya Maharani, antibiotik, Enterococcus sp., kotoran unggas, multidrug resistant, patogen
2025 | Skripsi | BIOLOGI
Bakteri patogen yang resisten terhadap berbagai jenis obat (multidrug resistant) menjadi perhatian utama permasalahan global. Kemampuan bakteri dalam menghambat efektivitas obat dapat menyebabkan krisis kesehatan pada manusia dan hewan. Limbah kotoran ternak merupakan salah satu habitat yang disukai bakteri patogen. Oleh karena itu, penting untuk mendeteksi keberadaan bakteri patogen multidrug resistant dalam limbah kotoran ternak yang mencemari lingkungan, khususnya di daerah Desa Condong Catur, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya bakteri patogen multidrug resistant pada limbah kotoran ternak di Desa Condong Catur, Yogyakarta sebagai langkah preventif untuk mengurangi penyebaran bakteri patogen MDR. Penelitian ini diawali dengan isolasi dan karakterisasi bakteri secara makroskopik, dilanjutkan dengan uji patogenitas dan uji resistensi bakteri dengan metode Kirby-Bauver. Langkah terakhir, dilakukan analisis molekular menggunakan sekuens gen pengkode 16S rRNA. Hasil penelitian didapatkan 2 isolat bakteri kotoran ternak yang patogen yang resisten terhadap empat antibiotik yaitu kloramfenikol, ampisilin, siprofloksasin, dan amoksisilin. Dari hasil BLAST pada database, diketahui bahwa kedua isolat tersebut merupakan anggota Enterococcus sp.
Multidrug resistant pathogenic bacteria are a major global concern. Their ability to inhibit the effectiveness of drugs can cause a health crisis in humans and animals. Livestock manure waste is one of the preferred habitats for pathogenic bacteria. Therefore, it is important to detect the presence of multidrug resistant pathogenic bacteria in livestock manure waste that pollutes the environment, especially in the area of Condong Catur, Yogyakarta. The research aims to detect the presence of multidrug resistant pathogenic bacteria in livestock manure waste in Condong Catur Village, Yogyakarta as a preventive measure to reduce the spread of MDR pathogenic bacteria. The research began with isolation and macroscopic characterization of bacteria, followed by pathogenicity testing and bacterial resistance testing using the Kirby-Bauver method. The last step was molecular analysis using the 16S rRNA coding gene sequence. The results of the study obtained two pathogenic livestock manure bacterial isolates that were resistant to four antibiotics, namely chloramphenicol, ampicillin, ciprofloxacin, and amoxicillin. From the BLAST results in the database, it is known that the both isolate is a member of Enterococcus sp.
Kata Kunci : antibiotik, Enterococcus sp., kotoran unggas, multidrug resistant, patogen