Laporkan Masalah

Analisis Ekosistem Pertanaman Bawang Merah di Tiga Kapanewon: Hubungan Antara Intensitas Aplikasi Insektisida dengan Populasi Parasitoid Telur Spodoptera exigua

Nadhifa Ayu Nabila, Prof. Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc.

2025 | Skripsi | ILMU HAMA & PENYAKIT TUMBUHAN

Masalah serangan ulat grayak (Spodoptera exigua Hubn.) pada tanaman bawang merah di Kabupaten Kulon Progo menjadi hambatan utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Pengendalian hama dengan insektisida kimia yang digunakan secara intensif diduga memberikan dampak buruk terhadap populasi musuh alami termasuk parasitoid telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara intensitas aplikasi insektisida dengan keberadaan parasitoid telur S. exigua di tiga kapanewon, yaitu Panjatan, Pengasih, dan Sentolo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup survei lapangan, wawancara terhadap 90 petani, serta pengamatan langsung terhadap tingkat parasitasi telur pada berbagai tahap umur tanaman (30, 50, 70, 90, dan 110 HST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelima lokasi pengamatan tidak ditemukan keberadaan parasitoid telur S. exigua. Tingginya intensitas penggunaan insektisida berpotensi menurunkan populasi parasitoid, meskipun terdapat variasi jenis insektisida, dosis, dan frekuensi penggunaannya di setiap lokasi. Oleh karena itu, diperlukan penerapan strategi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) untuk meminimalkan dampak negatif insektisida terhadap ekosistem pertanian dan melindungi keberlanjutan musuh alami. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan strategi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan di masa depan.

 

Infestation of by beet armyworm (Spodoptera exigua Hubn.) on shallot crops in Kulon Progo Regency poses a significant challenge to maintaining the ballance of agricultural ecosystems. Pest control through intensive use of chemical insecticides is suspected to negatively impact the population of natural enemies, including egg parasitoids. This study aimed to evaluate the relationship between insecticide application intensity and the presence of S. exigua egg parasitoids in three districts: Panjatan, Pengasih, dan Sentolo. The methods employed field surveys, interview with 90 farmers and direct observations of parasitization rates at various crop ages (30, 50, 70, 90, and 110 days after planting). The results indicate that no S. exigua egg parasitoids were found across the five observation sites. High insecticide application intensity potentially type, dosage, and application frequency across locations. Therefore, implementing Integrated Pest Management (IPM) strategies is essential to minimize the negative effects of insecticides on agricultural ecosystems and ensure the sustainability of natural enemies. This study is expected to serve as a reference for developing more environmentally friendly pest control strategies in the future.


Kata Kunci : Ekosistem pertanian, Insektisida kimia, Intensitas aplikasi insektisida, Parasitoid telur, Spodoptera exigua

  1. S1-2025-477226-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477226-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477226-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477226-title.pdf