ANALISIS TEKNIS DAN USAHA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei, Boone 1931) DI KAPANEWON SRANDAKAN, KABUPATEN BANTUL
AHMAD MUSLIM ROSYIDI, Dr. Susilo Budi Priyono, S.Pi., M.Si.
2025 | Skripsi | BUDIDAYA PERIKANAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tambak yang saat ini masih beroperasi, serta menganalisis aspek teknis dan kelayakan usaha pada budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara pada pembudidaya yang berstatus sebagai pemilik dan penyewa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tambak yang masih beroperasi pada tahun 2024 sebanyak 74 petakan (50,68%) dari total keseluruhan 146 petakan. Aspek teknis yang dilakukan oleh pembudidaya meliputi persiapan tambak dan pembentukan air, penebaran benur, manajemen pakan, manajemen kualitas air, manajemen Kesehatan udang, dan panen. Produktivitas tambak udang vaname pada pembudidaya berstatus pemilik mencapai 13,19 ton/ha dan pada penyewa sebesar 12,69 ton/ha. Nilai sintasan mencapai 68,52% pada tambak pemilik dan 68,76% pada tambak penyewa. Pendapatan per 1.000 m2 yang dihasilkan oleh pembudidaya berstatus pemilik lebih besar dibandingkan dengan penyewa, masing-masing sebesar Rp 29.202.714/siklus dan Rp 23.643.590/siklus. Nilai R/C ratio mencapai 1,60 pada tambak pemilik dan 1,45 pada tambak penyewa. Hal ini menunjukkan bahwa usaha budidaya udang vaname di Kapanewon Srandakan Kabupaten Bantul menguntungkan dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut.
This study aims to identify currently operating shrimp ponds and analyze the technical aspects and business feasibility of whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) farming in Srandakan Sub-district, Bantul Regency. The research uses a descriptive method with data collection through observations and interviews to shrimp farmers who operate as either owners or tenants. The results showed that there are 74 ponds (50.68%) of a total of 146 ponds were operate in 2024. The technical aspects implemented by farmers included pond preparation and water conditioning, seed stocking, feed management, water quality management, shrimp health management, and harvesting. The productivity of shrimp ponds reached of 13,19 tons/ha for ponds owner and 12,69 tons/ha for ponds tenant. The survival rate is 68,52% for ponds owner and 68,76% for ponds tenant. The income per 1.000 m² generated by ponds owner is higher than ponds tenant, amounting to Rp 29.202.714 per cycle and Rp 23.643.590 per cycle, respectively. The R/C ratio reached 1.60 for ponds owner and 1.45 for ponds tenant. These findings indicate that whiteleg shrimp farming in Srandakan Sub-district, Bantul Regency, is profitable and feasible for further development.
Kata Kunci : analisis teknis, analisis usaha, kinerja produksi, udang vaname