Laporkan Masalah

Kesejahteraan psikologis orangtua dan perlakuan salah terhadap anak

ANANTASARI, Maria Laksmi, Prof.Dr. Sartini Nuryoto

2004 | Tesis | S2 Psikologi

Perlakuan salah terhadap anak merupakan masalah sosial yang teramat kompleks. Perlakuan salah ini melibatkan multifaktor penyebab sehingga tidak satu faktor penyebab tunggal pun yang dapat menjelaskannya secara utuh. Perlakuan salah mungkin terjadi dalam setiap keluarga dan segala lapisan masyarakat, tanpa mengenal batasan usia, jenis kelamin, etnis, religi hingga kelas sosial. Orang tua merupakan salah satu faktor utama pelaku tindak perlakuan salah terhadap anak, sehingga penelitian ini difokuskan pada faktor orangtua, khususnya mengenai kondisi kesejahteraan psikologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan psikologis orangtua dengan perlakuan salah terhadap anak sebagai bagian dari kerangka pemecahan masalah perlakuan salah. Subjek penelitian adalah 100 orangtua yang memiliki anak sekolah berusia 11 hingga 13 tahun dan berdomisili di Yogyakarta. Alat pengumpul data terdiri dari angket identitas orangtua dan anak, skala Kesejahteraan Psikologis orangtua, skala Perlakuan Salah orangtua dan skala Perlakuan Salah orangtua versi anak. Metode utama penelitian adalah metode kuantitatif yang diperdalam dengan metode kualitatif melalui observasi, wawancara dan diskusi kelompok terarah. Data penelitian kuantitatif dianalisis dengan teknik korelasi dan anareg sebagai analisis tambahan. Data kualitatif dianalisis melalui serangkaian tahap-tahap analisis kualitatif. Hasil pengujian hipotesis penelitian menyatakan bahwa hipotesis penelitian dapat diterima. Hal ini ditunjukkan dengan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara kesejahteraan psikologis dengan perlakuan salah dengan koefisien korelasi (r) -0,718 pada kelompok ayah dan (r) -0,779 pada kelompok ibu. Analisis regresi menghasilkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,516 pada kelompok ayah, dengan F sebesar 104,480, sementara (R²) pada kelompok ibu, 0,607 dengan F sebesar 151, 203 (p<0,01) Analisis regresi ganda membuktikan bahwa antara masing-masing dimensi kesejahteraan psikologis yaitu dimensi otonomi, penerimaan diri, pertumbuhan diri, penguasaan lingkungan, relasi positif dengan sesama dan tujuan hidup orangtua berhubungan secara negatif dan sangat signifikan dengan perlakuan salah orangtua. Pengujian dengan metode step-wise menunjukkan terdapat dua dimensi yang mendominasi pengaruh terhadap terjadinya perlakuan salah yakni dimensi penerimaan diri dan pertumbuhan diri pada kelompok ayah, sedangkan pada kelompok ibu adalah dimensi otonomi dan dimensi pertumbuhan diri. Analisis variansi yang dilakukan menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat signifikan antar bentuk perlakuan salah. Perbandingan rerata menunjukkan bahwa tingkat perlakuan salah ayah dan ibu yang tertinggi adalah perlakuan salah secara emosi, diikuti perlakuan salah secara fisik dan yang terendah adalah pengabaian. Penggalian data secara kualitatif memperkaya pembahasan terhadap topik penelitian ini. Berbagai deskripsi yang didapatkan menjadi sumbangan yang tak ternilai bagi studi mengenai perlakuan salah terhadap anak.

Child maltreatment is an extremely complex social problem. There is no single explanation for child maltreatment because it caused by a complex combination of personal, social and cultural factor. Maltreatment occurs within all family types and all segments of the population regardless of differences in religion ethinicity, race, class or gender. Parent is one of the major factors which increase the probability or maltreatment occuring in child's life so this research has been done on parental factor, especially lying on the well-being of parents. The purpose of the research was to find out the relationship between the psychological well-being of parents and child maltreatment. The subject of this research were 100 parents in Yogyakarta who had children of age 11 to 13 years old. The instruments of data collecting consisted of identity questionnaire for parents and children, psychological well-being of parents scale, child maltreatment scale in parent's version and child maltreatment in child's version. Mainly the research was done using quantitative method and afterwards was depended by a qualitative method which are observation, interview and focus group discussion. Quantitative data was analyzed using correlation technique and regression analysis as an additional. The qualitative data was analyzed following a set of qualitative analysis steps. The result ensured that hypothesis is accepted, as showed by the significantly negative correlation between psychological well-being of parents and child maltreatment with (r) -0,718 for father's group and (r) - 0,779 for mother's group. The regression analysis resulted the determination coefficient (R²) as high as 0,516 with F = 104,480 for fathers group and for the mother group, R² = 0,0607 with = 151,203 (p<0,01). Additional analysis showed that each of the psychological well-being dimensions, autonomy, self-acceptance, personal growth, environmental mastery, positive relation with others and purpose of life significantly yielded negative correlation with child maltreatment. Stepwise method test revealed that there were two dimensions which dominated the influence to child maltreatment. They were self acceptance and personal growth in fathers's group , and as for mother's group, autonomy and the personal growth. According to analysis of variance, among the types of child maltreatment were significantly difference. By using mean ratio, it showed that the highest rate of maltreatment was the emotional abused followed by physical abused and the lowest was neglect. It turned out that the qualitative data analyzing enriched the argument of this research. Through the various description, it could be valuable contributions for the study of child maltreatment.

Kata Kunci : Kepribadian Sehat,Kesejahteraan Psikologis,Perlakuan Salah, psychological well-being, child maltreatment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.