Maternal Characteristics And Mode Of Delivery In Twin Pregnancy
Arimbi Zahira Anaisha, Prof. dr. R. Detty Siti Nurdiati Z, MPH., Ph.D., Sp.OG(K).;dr. Diannisa Ikarumi Enisar Sangun, Sp.OG.
2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
1. Latar Belakang: Secara global, angka persalinan sesar meningkat dari 7% pada tahun 1990 menjadi 21% saat ini, dan diproyeksikan terus meningkat dalam dekade ini. Rumah sakit telah menggunakan Klasifikasi Robson untuk mengevaluasi prevalensi persalinan sesar. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan angka persalinan sesar adalah kehamilan kembar.
2. Tujuan: Menjelajahi hubungan antara karakteristik maternal dengan metode persalinan pada kehamilan kembar yang diklasifikasikan menggunakan Klasifikasi Robson.
3. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kohort retrospektif dengan partisipan berupa data rekam medis ibu dengan kehamilan kembar di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2021–2022. Data metode persalinan digunakan sebagai variabel dependen, sedangkan data karakteristik maternal, seperti usia ibu, paritas, usia kehamilan, status onset persalinan, presentasi janin, dan status sosial ekonomi sebagai variabel independen.
4. Hasil: Persalinan kembar di RSUD Panembahan Senopati Bantul mayoritas melibatkan ibu berusia 20–35 tahun (91,7%) dengan usia median 30 tahun. Sebagian besar ibu adalah multipara (66,7%), dan 86,1% janin berada dalam presentasi sefalik. Persalinan preterm mencapai 52,8%, dengan 88,9% ibu tidak mengalami anemia. Hipertensi ditemukan pada 30,6% ibu, dan 63,9% persalinan dilakukan melalui operasi sesar, terutama karena kehamilan kembar (44,4%). Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan, karena interval kepercayaan mencakup angka satu. Akibatnya, dilakukan perhitungan kekuatan penelitian.
5. Kesimpulan: Penelitian ini, yang melibatkan 36 partisipan, mengidentifikasi tren karakteristik maternal dan metode persalinan, meskipun seluruh temuan tidak signifikan secara statistik. Variabel kunci seperti paritas, usia kehamilan, dan anemia menunjukkan hasil yang bertentangan dengan teori yang ada. Ketidaksesuaian ini kemungkinan disebabkan oleh ukuran sampel yang terbatas dan menegaskan perlunya penelitian lebih lanjut. Tren yang diamati memberikan dasar bagi studi mendatang dan menekankan peningkatan kualitas perawatan dalam praktik klinis.
1. Background
Worldwide cesarean section rates have been increasing as much as 7% in 1990 to 21% today, and continues to project an increasing percentage in this decade. Hospitals have been applying the Robson Classification to evaluate the prevalence of cesarean section. One of the many factors that contributes to the increase of cesarean section is twin pregnancy.
2. Objective
To explore the relationship between maternal characteristics with the mode of delivery in twin pregnancy classified by the Robson classification.
3. Method
The retrospective cohort study will be implemented and cases of women with twin pregnancy in RSUD Panembahan Senopati Bantul in the years 2021–2022 provided in the medical records, used as the study's participants. The mode of delivery data acts as a dependent variable while maternal characteristic data, consisting of woman's age, parity, gestational age, delivery onset status, fetus presentation, and socioeconomic status as the independent variables.
4. Statistical Analysis
Descriptive analysis will be carried out to describe characteristics of the study’s sample and cesarean section prevalence. Univariate analyses as well as multivariate analyses will be performed to explore the relation between maternal characteristic and mode of delivery and to explore its interaction if needed.
Kata Kunci : Twin pregnancy, Maternal characteristics, Mode of Delivery, Maternal variables, Robson Classification