Laporkan Masalah

Import of Used Clothing: A Systematic Review and Future Research Agenda

Marshanda Putri Zunanto, Dr. Nunuk Dwi Retnandari

2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Fenomena impor pakaian bekas telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Tren konsumsi berkelanjutan dan meningkatnya minat terhadap fesyen vintage menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan impor pakaian bekas. Namun, di balik popularitasnya, impor pakaian bekas menimbulkan berbagai tantangan, termasuk persaingan tidak sehat bagi industri tekstil lokal, potensi risiko kesehatan dari pakaian yang tidak disterilkan, serta dampak lingkungan akibat limbah tekstil yang tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari impor pakaian bekas serta mengidentifikasi kebijakan yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang timbul. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) dengan pendekatan PRISMA untuk mengumpulkan dan menganalisis 70 artikel ilmiah yang relevan dari basis data Scopus. Data yang ditinjau mencakup tren perdagangan pakaian bekas, regulasi impor, dampaknya terhadap industri tekstil domestik, serta kebijakan lingkungan terkait daur ulang pakaian bekas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa impor pakaian bekas memberikan manfaat ekonomi bagi konsumen berpenghasilan rendah, namun juga berdampak negatif terhadap industri tekstil lokal yang mengalami penurunan produksi dan kehilangan lapangan pekerjaan. Dari perspektif sosial, tren pakaian bekas semakin digerakkan oleh media sosial dan platform digital, meskipun masih ada stigma terkait kebersihan dan kualitas barang. Dari perspektif lingkungan, meskipun perdagangan pakaian bekas mendukung ekonomi sirkular dengan memperpanjang siklus hidup pakaian, kurangnya regulasi yang efektif dapat menyebabkan penumpukan limbah tekstil yang mencemari lingkungan.Kesimpulan dari studi ini menekankan perlunya kebijakan yang lebih seimbang dalam mengatur impor pakaian bekas agar dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa merugikan industri lokal dan lingkungan. Regulasi yang lebih ketat, peningkatan kesadaran konsumen terhadap dampak lingkungan, serta inovasi dalam daur ulang tekstil merupakan langkah strategis yang perlu diterapkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, pelaku industri, dan akademisi dalam merancang strategi perdagangan pakaian bekas yang lebih berkelanjutan dan adil.

The phenomenon of secondhand clothing imports has increased significantly in recent years, especially in developing countries such as Indonesia. The trend of sustainable consumption and the increasing interest in vintage fashion are the main factors driving the surge in secondhand clothing imports. However, behind its popularity, secondhand clothing imports pose various challenges, including unfair competition for the local textile industry, potential health risks from unsterilized clothing, and environmental impacts from poorly managed textile waste. This study aims to analyze the economic, social, and environmental impacts of secondhand clothing imports and identify policies that can be implemented to address the problems that arise. This study uses a systematic literature review (SLR) method with the PRISMA approach to collect and analyze 70 relevant scientific articles from the Scopus database. The data reviewed include secondhand clothing trade trends, import regulations, impacts on the domestic textile industry, and environmental policies related to secondhand clothing recycling.The results of the study show that importing secondhand clothing provides economic benefits for low-income consumers but also has a negative impact on the local textile industry, which has experienced a decline in production and job losses. From a social perspective, the trend of secondhand clothing is increasingly driven by social media and digital platforms, although there is still a stigma related to cleanliness and quality of goods. From an environmental perspective, although the secondhand clothing trade supports the circular economy by extending the life cycle of clothing, the lack of effective regulation can lead to the accumulation of textile waste that pollutes the environment. The conclusions of this study emphasize the need for a more balanced policy in regulating secondhand clothing imports so that they can provide economic benefits without harming the local industry and the environment. Tighter regulations, increasing consumer awareness of environmental impacts, and innovation in textile recycling are strategic steps that need to be implemented. This research is expected to provide insights for policymakers, industry players, and academics in designing a more sustainable and equitable secondhand clothing trade strategy.

Kata Kunci : Import of used clothing, circular economy, textile industry, trade regulation, sustainability.

  1. S1-2025-475070-abstract.pdf  
  2. S1-2025-475070-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-475070-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-475070-title.pdf