Laporkan Masalah

Pengakuan Masyarakat Bugis atas Keragaman Gender dalam Perspektif Filsafat Sosial Axel Honneth

Atikah Inayah, Dr. Supartiningsih, S.S., M.Hum; Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts

2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Penelitian ini berjudul Pengakuan Masyarakat Bugis atas Keragaman Gender dalam Perspektif Filsafat Sosial Axel Honneth. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat yang seringkali menjadikan perbedaan sebagai landasan dalam memperlakukan kelompok minoritas secara diskriminatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis pengakuan masyarakat Bugis terhadap keragaman gender dalam perspektif filsafat sosial Axel Honneth.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pustaka atau kajian literatur. Pada penelitian ini digunakan pendekatan hermeneutika, yaitu melakukan interpretasi untuk mendapatkan pemahaman terhadap teks-teks. Penelitian ini menggunakan unsur metodis yaitu interpretasi, holistika dan interpretasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama masyarakat Bugis memahami keragaman gender secara inklusif, bentuk pengakuan masyarakat Bugis tidak terbatas pada aspek kultural saja, hal ini dibuktikan dengan penerimaan masyarakat Bugis terhadap calalai, calabai dan bissu dalam aspek sosial dan ekonomi; kedua, patologis tak nampa dalam hubungan antara calalai, calabai, dan bissu dengan masyarakat Bugis. Calalai, calabai, dan bissu mendapatkan kebebasan sejati seperti yang dimaksudkan dalam filsafat roh Honneth, calalai, calabai dan bissu mendapatkan pengakuan dalam dimensi emosional, sosial dan hukum. Rekognisi masyarakat Bugis terhadap keragaman gender merupakan manifestasi dari bentuk teori rekognisi Honneth, yaitu self-confidence, self-respect dan self-esteem. Self-confidence termanifestasi dalam penerimaan masyarakat Bugis atas keunikan/kekhasan calalai, calabai dan bissu. Self-respect termanifestasi dalam penerimaan masyarakat Bugis atas hak kesetaraan calalai, calabai dan bissu diantara sesama manusia. Self-esteem termanifestasi dalam penerimaan masyarakat Bugis atas keunikan dan hak kesetaraan calalai, calabai dan bissu dalam komunitas.

This research is titled "The Recognition of the Bugis People Toward Gender Diversity in the Perspective of Axel Honneth’s Social Philosophy." This research is motivated by the condition of society, which often uses differences as a basis for treating minority groups in a discriminatory manner. The aim of this research is to critically analyze the recognition of the Bugis people toward gender diversity from the perspective of Axel Honneth’s social philosophy. 

This research is a qualitative study using a literature review method. The approach employed in this study is hermeneutics, which involves interpretation to gain an understanding of texts. The methodological elements used in this study are interpretation, holism, and analysis. 

The results of this study show that; first, the Bugis people understand gender diversity inclusively. Their recognition and acceptance does not only apply to cultural aspects, as evidenced by their acceptance of calalai, calabai and bissu in social and economic contexts. Second, there is no pathological rejection in the relationship between calalai, calabai, bissu, and the Bugis people. Calalai, calabai and bissu enjoy true freedom as intended in Honneth’s philosophy of spirit, receiving recognition in emotional, social, and legal dimensions. The recognition of the Bugis people toward gender diversity is a manifestation of Honneth's recognition theory, which includes self-confidence, self-respect, and self-esteem. Self-confidence is manifested in the Bugis people's acceptance of the uniqueness of calalai, calabai and bissu. Self-respect is manifested in the Bugis people's acceptance of the equality rights of calalai, calabai and bissu among fellow human beings. Self-esteem is manifested in the Bugis people's acceptance of the uniqueness and equality rights of calalai, calabai and bissu within the community. 

Kata Kunci : Keragaman gender, masyarakat Bugis, patologi, filsafat roh, rekognisi

  1. S1-2025-474464-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474464-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474464-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474464-title.pdf