Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Indonesia (Analisis Data Susenas 2023)
Hening Januar Oktalia, Dr. RR. Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Si.; Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., MA.
2024 | Tesis | S2 Kependudukan
Sejak 2015, masalah kelaparan dan kerawanan pangan telah menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan di seluruh dunia. Pandemi, konflik, perubahan iklim, dan ketidaksetaraan yang semakin dalam memperburuk tren ini (UN, 2023). BPS mencatat bahwa kesenjangan antara jumlah penduduk dengan produksi padi nasional semakin melebar. Hal tersebut dikhawatirkan akan mengancam bahkan memperburuk ketahanan pangan nasional maupun rumah tangga. Tujuan utama penelitian ini untuk mengkaji variabel-variabel yang memengaruhi status ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia. Data mentah Susenas Maret 2023, Pendataan Podes 2021, dan hasil pendataan KSA 2023 merupakan data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini. Analisis deskriptif berupa tabulasi serta grafik, dan analisis inferensial dengan metode analisis multilevel regresi logistik biner digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menemukan bahwa mayoritas rumah tangga di Indonesia berstatus tidak tahan pangan (56,95 persen). Menurut karakteristik rumah tangga, rumah tangga tahan pangan di Indonesia didominasi oleh rumah tangga di wilayah perkotaan, memiliki KRT perempuan, memiliki KRT berusia lebih dari 45 tahun (usia tua), memiliki KRT berpendidikan tinggi, memiliki KRT yang tidak bekerja, rumah tangga kecil (? 4 anggota), memiliki sanitasi layak, serta bukan merupakan rumah tangga penerima bantuan pangan. Analisis inferensial memberikan hasil seluruh variabel bebas kecuali jumlah kelompok pertokoan dan pasar terbukti secara signifikan berdampak pada status ketahanan pangan rumah tangga di Indonesia.
Since 2015, global hunger and food insecurity have exhibited a concerning rise. Pandemics, conflicts, climate change, and increasing inequality are intensifying this trend (UN, 2023). The BPS observes that the disparity between the population and national rice production is increasingly expanding year. This is anticipated to jeopardize national and domestic food security. This research aims to study the variables affecting household food security in the country. This research utilizes secondary data from March 2023 Susenas, 2021 Podes, and 2023 KSA. This study employs descriptive analysis using tabulation and graphics, with inferential analysis utilizing the multilevel binary logistic regression approach. Research and conversations indicate that food insecurity predominates among households in Indonesia (56,95 percent). Food-secure households in Indonesia, according to household characteristics, are primarily located in urban areas, led by female heads, have heads aged over 45 years, possess highly educated heads, feature non-working heads, consist of a limited number of members (? 4 individuals), maintain adequate sanitation, and do not receive food aid. Inferential analysis indicates that all of the independent variable (except number of shops and traditional markets) affected household food security in Indonesia.
Kata Kunci : rumah tangga, ketahanan pangan, nasional, Indonesia, regresi multilevel logistik biner