Laporkan Masalah

An-Nabiyyu (Sang Nabi) Karya Jubran Khalil Jubran :: Dalam kajian struktural-semiotik

MAHMUDAH, Prof.Dr. Imran T. Abdullah

2004 | Tesis | S2 Sastra

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan makna puisi an-Nabiyyu Karya Jibran Khalil Jubrin secara semiotic. Oleh karena puisi merupakan struktur tanda yang bermakna, maka analisis structural juga menjadi kajian prioritas. Dengan demikian, teori yang dimanfaatkan dalam penelitian ini adalah teori structural dan semiotic. Adapun metodenya adalah metode heruistik dan hemeneutik. Metode heuristic dimanfaatkan dalam analisis structural puisi ini. Analissi structural bergantung kepada sifat dan struktur serta dominasi unsure tertentu dalam karya yang dianalisis. Unsur-unsur dominan yang membangun struktur an-Nabiyyu dari segi diksi adalah kosa kata yang diadopsi dari alam, alat-alat keseharaian manusia, nama-nama anggota badan, dan kata-kata yang bernuansa religious. Dari segi pencitraan yang dominan adalah citra penglihatanalam, citra pemikiran filososfis dan citra pendengaran. Dari sisi sarana retorika, unsure yang dominan adalah paralelisme, petanyaan retorik, dan ironi. Adapun dari sisi bahasa kiasan, unsure yang dominan adalah metafora, simile, personifikasi, perbandingan epos, dan alegori. Meskipun demikian, analisis structural ini belum memberikan makna sepenuhnya. Lewa tanalisis semiotic disapatkan bahwa an-Nabiyyu adalah ajaran moral. Ajaran moral ini menjadikan an-Nabiyyu kental dengan suasana moralis, humanis, etis dan religious. Adapun model sebagai aktualisasi pertama matriknya adalah an-Nabiyyu, nabi. Tugas nabi adalah menyampaiakan wahyu Tuhan yang pada umumnya berisi tuntunan kebaikan atau ajaran moral/etika bagi manusia dalam bersikap dan bertingkah laku, sedangkan varian sebagai aktualisasi kedua matriks terwujud dalam bab-bab an-Nabiyyu. Delapan diantaranya dipilih sebagai sampel berdasarkan beberapa pertimbangan tertentu. Lewat pembacaan hermeneutic didapatkan berbagai ide dasar yang ada dalam sampel-sampel tersebut. Seabagai usaha mendapatkan makna yang lebih utuh dan kaya atas kedelapan sampel, maka ditemukan hipogram sebagai latara belakang penciptaannya. Hipogram kedelapan sampel banyak didapatkan dalam kumpulan esai Jubran Dan’ah wabtisamah (Air Mata dan Senyuman) dan sebagian kecil dalam al-Awashif (Badai). Dalam analisis semiotic ini, ilustrasi Jubrin yang terdapat dalam sebagian bab-babnya juga dipertimbangkan sebagai tanda yang bermakna. Berdasarkan pembacaan terhadap seluruh isis puisi an-Nabiyyu, ditemukan pokok-pokok pikiran: pemikiran yan gberhubungan dengan ketuhanan, pemikiran tentang interaksi antara sesame manusia, pemikiran tentang manusia dengan alam, pemikiran tentang interaksi manusia dalam keluarga, sikpa pribadi manusia, dan kepercayaan terhadap paham reinkarnasi.

Available in Fulltext

Kata Kunci : Puisi Khalil Jubran, An Nabiyyu, Struktural Semiotik.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.