Perubahan kenampakan fisik kota kebumen dari tahun 1994 sampai tahun 2002
Deasy Ariani, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.
2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHJumlah penduduk merupakan salah satu faktor meningkatnya kebutuhan akan lahan, yang menyebabkan pemekaran fisik suatu kota. Pemekaran fisik kota membuat daerah terbangun semakin luas dan semakin meningkatnya jumlah fasilitas kota yang ada. Penelitian ini dilakukan di Kota Kebumen dengan tujuan adalah untuk mengetahui hubungan antara jumlah penduduk dengan jumlah fasilitas kota, mengetahui hubungan pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan daerah terbangun, mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap pemekaran fisik kota dan untuk mengetahui arah pemekaran fisik kota. Metode penelitian yang digunakan adalah metode data sekunder. Unit analisis penelitian ini adalah desa yaitu meliputi 17 desa yang secara administrasi tercakup dalam Kota Kebumen. Analisis data menggunakan analisis statistik dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara jumlah penduduk dengan jumlah fasilitas kota, semakin banyak jumlah penduduk akan semakin banyak Pula jumlah fasilitas kota, adanya hubungan positif yang signifikan antara pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan daerah terbangun. Faktor jumlah penduduk paling berpengaruh terhadap pemekaran fisik kota_ Arah pemekaran fisik kota Kebumen cenderung menyebar ke arah Timur dan Selatan. Dengan demikian, saran yang dapat diberikan antara lain perlu peningkatan fungsi dan peran pinggiran kota. Saran MI bertujuan untuk meningkatkan daya tank kawasan pinggiran kota agar pembangunan tidal( hanya terkonsentrasi di pusat kota saja dan perlu peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Kebumen.
The total population is one factor causes the land requirement. It makes causes urban physical extension. Urban physical extension to makes filled building in urban physical extension and growth of quantity urban facilities. This research was carried out in Kebumen to explore the relationship of quantity population with quantity urban facilities. Explore to relationship population growth with building area growth, to find out the factor most affecting the urban physical extension, and to find out the direction of urban physical extension. The method used was secondary data method. The unit analysis for this research was 17 rural included in Kebumen. The data analysis was carried out using statistic and descriptive qualitative. The result of the research showed that there was a positive significant relationship between quantity of the population and quantity of urban facilities. The high quantity of the population, the high quantity of urban facilities too. There was also positive significant relationship between the population growth and the growth of build area. The population factors which had the stringed effect to the urban physical extension. This research showed direction of physical extension of Kebumen to tended spread to the east and south. Therefore, the suggestions given could be the increase of function and the role of hinterland. These suggestions aimed to the increase of hinterland appeal so that the development was not only concentrated in the centre of the country, and need increase of life quality of Kebumen urban population.
Kata Kunci : Perubahan fisik kota,Kebumen,Jawa Tengah