Laporkan Masalah

Perilaku keruangan masyarakat terhadap penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan dikecamatan Kalibawang kabupaten Kulonprogo

Christina Srisetyawati, Drs. Irfan Yahya, M.S.

2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Salah satu upaya pengembangan wilayah adalah pembangunan fasilitas kesehatan yang menyangkut dua aspek, yakni aspek fisik seperti tersedianya sarana kesehatan dan pengobatan penyakit dan aspek non fisik yang menyangkut perilaku kesehatan. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin mengkaji dengan mengambil tema : Perilaku Keruangan Masyarakat Terhadap Penggunaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulonprogo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Apakah terdapat perbedaan pola perilaku keruangan antara -masyarakat di Desa Banjarasri, Banjararum, Banjarharjo dan Banjaroyo terhadap distribusi fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kecamatan Kalibawang. 2) Orientasi keruangan pemanfaatan fasilitas kesehatan di Kecamatan Kalibawang. 3) Faktor-faktor apa yang mempengaruhi orientasi keruangan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Daerah penelitian ditentukan secara purposif sesuai dengan tujuan penelitian. Pemilihan responden dilakukan secara random sampling berdasarkan jumlah KK, dengan jumlah sampel keseluruhan 155 responden. Desa Banjararoyo 36 responden, Desa Banjarharjo 40 responden, Desa Banjarasri 34 responden, dan Desa Banjararum 45 responden. Yang menjadi responden adalah kepala rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji beds dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pola perilaku keruangan masyarakat antar desa di Kecamatan ini dengan orientasi dalam satu desa. Pendapatan total, tingkat pendidikan tertinggi anggota rumah tangga, jarak dan aksesiblitas wilayah menjadi faktor yang berpengaruh terhadap perilaku keruangan kesehatan di Kecamatan ini. Di Desa Banjaroyo masyarakatnya cenderung melakukan perilaku keruangan dalam lingkup kecamatan. Desa Banjarharjo cenderung berperilaku keruangan dalam desa. Di Desa Banjarasri cenderung dalam lingkup desa dan lingkup propinsi. Sedang di Desa Banjararum dalam lingkup desa hingga kabupaten. Berdasarkan hal tersebut maka perlu adanya penambahan jam-jam pelayanan dan peningkatan sarana trasnportasi yang masuk hingga ke pelosok desa. Hal ini mengingat pada umumnya penempatan fasilitas kesehatan ini ada di pusat desa yang jaraknya jauh dari tempat tinggal masyarakat.

Developing health care facilities is one of area development efforts. It concerns with two main aspects, namely physical aspect relating to healthcare facilities and medical treatment, as well as non-physical one regarding people health behavior. Based on these, a research would be carried out under a theme of: Community Spatial Behavior on the Use of Health Service Center in The Kalibawang District of the Kulonprogo Regency. The research aimed at: 1) knowing if there was any different spatial behavior pattern among the country people of the Banjarsari, Banjararum, Banjarharjo, and Banjaroyo to the health service facility distribution in the Kalibawang district; 2) knowing the spatial orientation on the healthcare facility in the Kalibawang district; 3) knowing any factors influencing the spatial orientation on the healthcare facility use.The method employed in this research was a survey one. Purposively, the research areas were determined according to the aim mentioned. Using a purposive random sampling, the total samples of 155 respondents were chosen. With 36 respondents of Banjaroyo, 40 respondents of Banjarharjo, 34 respondents of Banjarasri and 45 respondents of Banjararum. Head of households was been respondent. Data collected by cousioner, the different statistic and crosstab analysist were chosen. The result identified some differences on the spatial behavior pattern among the people of this district under each country orientation. The total income, the highest education level of the household members, and the distance between settlements and the healthcare center influenced the health spatial behavior of people in this district. However, the distance became the most influencing one. Rooted in the above, it is necessary to increase the health service hours and better transportation extending to the most remote areas, since the health centers were generally located in the country center that is far away from the houses of common country people.

Kata Kunci : Perilaku masyarakat,pelayanan kesehatan,Kalibawang,Kulonprogo,DIY

  1. S1-2004-115284-Christina_Srisetyawati-abstract.pdf  
  2. S1-2004-115284-Christina_Srisetyawati-bibliography.pdf  
  3. S1-2004-115284-Christina_Srisetyawati-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2004-115284-Christina_Srisetyawati-title.pdf