INTERFERENSI TANAMAN JATI DAN PADI DALAM SISTEM TUMPANG SARI
Eka Widyastuti, Dr. Ir. Moch. Sambas Sabarnurdin, M.Sc.
1994 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini didasari pada jarak tanam yang digunakan para pesanggem dalam menanam tanaman tumpang sari di antara baris tanaman jati kurang dari jarak tanam standar yang ditetapkan pihak kehutanan. Pada jarak tanam yang lebih rapat diharapkan dapat meningkatkan jumlah populasi tanaman padi. Tetapi pada keadaan tersebut dapat mengakibatkan tingginya kompetisi antar jenis (kompetisi interspesifik), yang menyebabkan tertekannya pertumbuhan jati di umur awal tanaman jati. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana interferensi berpengaruh pada pertumbuhan tanaman jati dan padi. Selain tujuan tersebut penelitian ini untuk membandingkan tiga macam jarak tanam yang diuji. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap berblok (RCBD) dengan jumlah perlakuan 6, dan jumlah blok 3. Perlakuan yang digunakan adalah perlakuan jarak tanam antara baris semai jati dan baris tanaman padi serta perlakuan pemupukan. Perlakuan jarak tanam terdiri atas jarak tanam 15 cm, 25 cm dan 35 cm. Sedangkan perlakuan pemupukan terdiri atas tanaman padi dipupuk dan tanaman padi tidak dipupuk. Untuk mengolah has i l pengama tan d igunakan Mu 1 t ifactor Randomized Desig•n (Faktorial). Selain perlakuan tersebut ditanam juga semai jati yang ditanam tanpa tanaman padi sebagai pembanding. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hasil bahwa semakin rapat jarak tanam antara baris tanaman jati dan baris tanaman padi akan mengakibatkan semakin turun pertumbuhan tanaman jati dan produksi tanaman padi. Tetapi keadaan tersebut dapat diatasi dengan pemupukan, sehingga dapat memperkecil terjadinya interferensi antar jenis. Pada umur semai jati kurang dari 6 bulan, jarak tanam yang rapat (15 cm) belum memberikan pengaruh yang buruk pada kedua jenis tanaman. Jadi jarak tanam tersebut dapat digunakan pada umur awal semai jati.
Kata Kunci : Tanaman Jati, Padi, Tumpang Sari