Laporkan Masalah

Angka Kejadian Proktitis Radiasi dan Karakteristik Klinis pada Pasien Kanker Serviks di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Berty Jati Hapsari, Dr. dr. Neneng Ratnasari, Sp.PD-KGEH, FINASIM; dr. Putut Bayupurnama, Sp.PD-KGEH, FINASIM

2025 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Proktitis radiasi merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien kanker serviks yang menjalani terapi radiasi. Kondisi ini disebabkan oleh efek samping radiasi pada mukosa rektum, yang mengarah pada inflamasi akut maupun kronis. Angka kejadian dan tingkat keparahan proktitis radiasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dosis dan teknik radioterapi, serta karakteristik individu seperti usia, status gizi, dan penyakit komorbid.

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menghitung angka kejadian proktitis radiasi pada pasien kanker serviks yang menjalani radioterapi, menganalisis karakteristik klinis pasien berdasarkan usia, indeks massa tubuh (IMT), komorbiditas, dan faktor lainnya, serta mendeskripsikan distribusi tipe dan tingkat keparahan proktitis radiasi. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat keparahan proktitis radiasi, termasuk usia, IMT, komorbiditas (diabetes melitus dan hipertensi), serta durasi kejadian.

Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian retrospektif terhadap pasien kanker serviks yang menjalani terapi radiasi di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama periode 2020–2024. Data pasien, faktor yang berhubungan dengan terapi radiasi, serta kejadian proktitis radiasi akibat komplikasi lanjut dikumpulkan dari catatan medis dan hasil kolonoskopi. Dari 1.781 pasien yang menjalani radioterapi, 69 pasien mengalami proktitis radiasi, namun hanya 39 pasien dengan data lengkap yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa angka kejadian proktitis radiasi pada pasien kanker serviks pasca terapi radiasi mencapai 3,87%, dengan proporsi terbesar (66,7%) mengalami bentuk kronis. Analisis mengidentifikasi usia di atas 50 tahun, indeks massa tubuh yang tidak normal, serta keberadaan komorbiditas seperti diabetes melitus dan hipertensi sebagai determinan utama. Secara klinis, manifestasi yang paling dominan adalah hematochezia (74,4%), diikuti oleh nyeri abdominal dan diare berlendir. Modalitas terapi yang paling sering digunakan meliputi Argon Plasma Coagulation (35,9%) serta terapi farmakologis dengan methylprednisolone dan 5-ASA. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara komorbiditas dan tingkat keparahan proktitis radiasi (p = 0,005). Namun, analisis boxplot mengungkapkan bahwa pasien tanpa komorbiditas justru cenderung mengalami stadium proktitis yang lebih berat dengan distribusi yang lebih heterogen, sedangkan pasien dengan komorbiditas menunjukkan stadium yang lebih rendah dengan distribusi yang lebih terkonsentrasi.

Kesimpulan: Angka kejadian proktitis radiasi pada pasien kanker serviks relatif rendah. Proktitis radiasi merupakan komplikasi yang cukup sering terjadi pada pasien kanker serviks pasca-terapi radiasi, dengan bentuk kronis lebih dominan dibandingkan akut. Karakteristik klinis pasien meliputi usia di atas 50 tahun dan komorbiditas, terutama dengan diabetes mellitus. Gejala paling dominan adalah hematochezia, dengan sebagian besar kasus bersifat berat. Selain itu, pasien tanpa komorbiditas menunjukkan tingkat keparahan proktitis radiasi yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan komorbiditas.

Background: Radiation proctitis is a common complication in cervical cancer patients undergoing radiation therapy. This condition results from radiation-induced damage to the rectal mucosa, leading to acute or chronic inflammation. The incidence and severity of radiation proctitis are influenced by various factors, including radiation dose, radiotherapy techniques, and individual patient characteristics such as age, nutritional status, and comorbid conditions.

Objective: This study aims to determine the incidence of radiation proctitis in cervical cancer patients undergoing radiotherapy, analyze the clinical characteristics of patients based on age, body mass index (BMI), comorbidities, and other factors, and describe the distribution of radiation proctitis types and severity levels. Additionally, this study examines factors associated with the severity of radiation proctitis, including age, BMI, comorbidities (diabetes mellitus and hypertension), and the duration of occurrence.

Methods: This study is a descriptive-analytic study with a retrospective design conducted on cervical cancer patients undergoing radiation therapy at RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta during the 2020–2024 period. Patient data, factors related to radiation therapy, and the incidence of radiation proctitis as a late complication were collected from medical records and colonoscopy results. Out of 1,781 patients who underwent radiotherapy, 69 developed radiation proctitis, but only 39 patients with complete data met the inclusion criteria for further analysis.

Results: The results of this study indicate that the incidence of radiation proctitis in cervical cancer patients following radiation therapy is 3.87%, with the majority (66.7%) experiencing the chronic form. The analysis identified age over 50 years, abnormal body mass index, and the presence of comorbidities such as diabetes mellitus and hypertension as key determinants. Clinically, the most dominant manifestation was hematochezia (74.4%), followed by abdominal pain and mucous diarrhea. The most frequently used therapeutic modalities included Argon Plasma Coagulation (35.9%) and pharmacological therapy with methylprednisolone and 5-ASA. Spearman's correlation test revealed a significant association between comorbidities and the severity of radiation proctitis (p = 0.005). However, boxplot analysis revealed that patients without comorbidities tended to experience more severe stages of proctitis with a more heterogeneous distribution, whereas patients with comorbidities exhibited lower-stage proctitis with a more concentrated distribution.

Conclusion: The incidence of radiation proctitis in cervical cancer patients is relatively low. However, radiation proctitis is a common complication following radiation therapy, with the chronic form being more prevalent than the acute form. The clinical characteristics of affected patients include an age of over 50 years and comorbidities, particularly diabetes mellitus. The most dominant symptom is hematochezia, with most cases being severe. Additionally, patients without comorbidities exhibit a higher severity of radiation proctitis compared to those with comorbidities.

Kata Kunci : Proktitis radiasi, kanker serviks, radioterapi, karakteristik klinis

  1. S1-2025-480214-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480214-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480214-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480214-title.pdf